Bandung, HarianJabar.com Bandung – Suasana pagi di Jalan Raya Garut–Bandung mendadak mencekam. Di depan PT Vonex Indonesia, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, seorang perempuan berinisial RE (46) menjadi korban penganiayaan brutal saat baru pulang kerja, Selasa (28/10/2025) sekitar pukul 06.15 WIB.
Korban yang merupakan staf HRD di sebuah pabrik diserang dua pria tak dikenal menggunakan double stick dari stainless steel. Tanpa ampun, keduanya menghantam korban hingga terjatuh di pinggir jalan. Warga sekitar yang panik langsung menolong korban dan melapor ke polisi.
Kapolsek Rancaekek, Kompol Deni Sunjaya, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, kejadian terjadi sekitar pukul 06.15 WIB, dan korban melapor sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ini kasus sedang kami dalami,” ujar Deni kepada wartawan, Rabu (29/10/2025).
Dendam Setelah Dipecat
Dari hasil penyelidikan awal, diduga kuat aksi keji ini bermotif balas dendam. Salah satu pelaku mengaku mendapat perintah dari mantan karyawan pabrik yang tak terima dipecat oleh korban, yang saat itu menjabat sebagai pihak HRD.
“Pelaku sempat menyebut bahwa dia hanya disuruh oleh seseorang. Kami masih mendalami siapa dalang di balik serangan ini,” tambah Deni.

Korban Alami Luka Serius
Korban RE mengalami luka di kepala, bahu, dan tangan akibat hantaman double stick. Ia sempat berusaha melawan dan merebut alat pemukul dari pelaku sebelum keduanya kabur ke arah timur. Saat ini, korban tengah menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya mulai membaik.
Warga Cemas dan Minta Keamanan Ditingkatkan
Peristiwa ini membuat warga Rancaekek resah. Banyak pekerja, terutama perempuan, yang kini takut berangkat atau pulang kerja saat pagi buta. Mereka meminta aparat keamanan memperketat patroli di jalur industri dan memperbaiki penerangan jalan yang minim.
“Di sini banyak pabrik. Pekerja sering pulang pagi atau malam. Kami minta polisi lebih sering patroli,” kata Siti (32), warga sekitar lokasi kejadian.
Pihak kepolisian kini tengah memburu dua pelaku dan menyelidiki otak di balik penganiayaan yang diduga dilandasi dendam pribadi tersebut.
