Bandung, HarianJabar.com – Langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang secara terbuka mengumumkan posisi Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) melalui akun media sosial, mendapat respons positif dari DPRD Jabar. Kebijakan ini dianggap sebagai terobosan penting untuk meningkatkan transparansi keuangan daerah dan membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan uang rakyat.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Muhamad Romli, menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat jarang mendapatkan informasi langsung dan detail terkait kondisi keuangan daerah. Dengan kebijakan ini, masyarakat kini dapat mengawasi sejauh mana program-program pemerintah berjalan sesuai rencana.
“Tentunya apa yang dilakukan gubernur merupakan langkah maju dan perlu diapresiasi. Selama ini masyarakat jarang mendapatkan informasi keuangan daerah, dan hari ini gubernur membuat kebijakan luar biasa,” kata Romli, Rabu (29/10/2025).

Romli menambahkan, keterbukaan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga memberi ruang bagi publik untuk melihat apakah program pemerintah berjalan sesuai target, termasuk pemanfaatan anggaran. Ia menilai praktik ini sebagai implementasi nyata dari semangat transparansi yang sering digaungkan, namun jarang diwujudkan secara gamblang oleh pemerintah daerah lain.
Meski positif, Romli memberi catatan agar langkah ini juga diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, keterbukaan informasi akan lebih efektif jika setiap OPD memberikan laporan berkala sehingga data sinkron dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan tidak menimbulkan perbedaan atau kebingungan.
“Harapannya, OPD secara berkala memberikan laporan agar data anggaran jelas dan sinkron dengan BPKAD. Ini bisa menjadi awal budaya baru dalam birokrasi daerah, di mana setiap instansi tak ragu membuka data anggarannya kepada publik,” jelas Romli.
Langkah ini menjadi contoh transparansi yang bisa memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan daerah dan mendorong praktik pemerintahan yang lebih terbuka di Jawa Barat.
