Bogor, HarianJabar.com – Sejak pagi buta, Kurnia Saputra, warga Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, sudah beranjak dari rumahnya. Pria berusia 32 tahun itu berjalan menuju perlintasan rel kereta tanpa palang pintu, yang dikenal dengan sebutan Gang Paseban. Bersama beberapa temannya, Kurnia mulai membuka portal sederhana dan mengatur arus lalu lintas sepeda motor yang mulai ramai menyeberangi rel.
Gang Paseban, meski kecil, merupakan jalur vital bagi warga sekitar untuk menuju pusat kota Bogor. Namun, tanpa palang pintu dan sinyal peringatan, perlintasan ini kerap menjadi titik rawan kecelakaan. Kurnia bersama tim relawan lokal secara rutin hadir sejak pagi hingga siang, memastikan kendaraan melintas dengan aman dan tertib.
“Kami tidak memiliki perlindungan resmi, tapi kami berusaha membantu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kurnia saat ditemui di lokasi, Senin (10/11/2025).
Para relawan menggunakan portal kayu sederhana, bendera merah kecil, dan alat peringatan manual untuk menghentikan pengendara ketika kereta melintas. Meskipun sederhana, sistem ini cukup efektif menekan risiko kecelakaan. Tidak jarang, mereka juga memberikan edukasi singkat kepada pemotor dan pejalan kaki tentang pentingnya berhati-hati di perlintasan rel.

Warga setempat mengaku sangat terbantu oleh kehadiran Kurnia dan timnya. Salah seorang pedagang di sekitar Gang Paseban, Ibu Rina, mengatakan:
“Kalau mereka tidak ada, sudah pasti banyak kecelakaan terjadi. Mereka seperti malaikat tanpa tanda jasa di sini,” ujarnya.
Kegiatan relawan ini juga memunculkan kesadaran kolektif warga sekitar untuk lebih tertib di jalan dan perlintasan rel, meskipun belum ada palang pintu resmi dari pemerintah atau pihak kereta api.
Kurnia berharap, pemerintah setempat dapat memperbaiki perlintasan rel Gang Paseban dengan memasang palang pintu dan rambu yang memadai, sehingga keselamatan warga bisa lebih terjamin.
“Kami ingin ini menjadi contoh bahwa kepedulian warga bisa menyelamatkan banyak nyawa, tapi tentu akan lebih baik kalau ada dukungan resmi,” tambah Kurnia.
