Bekasi, HarianJabar.com – Sebagai langkah strategis untuk mendorong pemerataan energi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi dan UKM, Pemerintah Provinsi Lampung, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melaksanakan Groundbreaking pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN) KUD Bina Mina di Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, pada Rabu (13/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, dan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.
Kecamatan Labuhan Maringgai sendiri memiliki sekitar 7.000 nelayan, dengan kebutuhan BBM harian mencapai 10 kiloliter. Melalui pembangunan SPBUN berbasis koperasi ini, diharapkan akses energi bagi nelayan menjadi lebih mudah dan terjangkau, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi pesisir.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, keberadaan SPBUN berbasis koperasi merupakan wujud nyata ekonomi gotong royong yang berkeadilan.
“Groundbreaking SPBUN berbasis koperasi ini adalah upaya konkret untuk mendorong pemerataan energi bagi nelayan. Pemerintah, Pertamina Patra Niaga, dan gerakan koperasi bergerak cepat agar nelayan memperoleh BBM tepat sasaran, mudah diakses, dan efisien untuk kegiatan melaut,” ujar Ferry.
Ia menambahkan, SPBUN KUD Bina Mina diharapkan menjadi model tata kelola energi berbasis koperasi yang dapat diterapkan di daerah-daerah maritim lainnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurutnya, SPBUN yang dimiliki dan dikelola koperasi akan meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan secara signifikan.

“Kami mendukung penuh program pemerintah dalam penyediaan energi. SPBUN juga merupakan bagian dari Program Kampung Nelayan Merah Putih dan KDKMP yang dicanangkan Presiden. Lewat SPBUN, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menghadirkan layanan terbaik dari sisi availability (ketersediaan), accessibility (kemudahan akses), acceptability (kualitas yang dapat diterima), serta **sustainability (keberlanjutan bisnis),” jelas Mars Ega.
Selain BBM subsidi, Pertamina Patra Niaga juga akan memperluas penyaluran LPG subsidi dan non-subsidi melalui jaringan koperasi di desa dan kelurahan. Ega menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperbanyak outlet energi agar masyarakat nelayan dapat lebih mudah memperoleh energi bersubsidi secara akuntabel.
Hingga kini, Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan 416 SPBUN di seluruh Indonesia, dengan 94 unit lainnya dalam tahap pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara pemerintah, Pertamina Patra Niaga, dan koperasi lokal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir.
“Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik groundbreaking SPBUN di Lampung Timur. Sebagai provinsi maritim dengan potensi tangkap dan budidaya yang besar, SPBUN diharapkan menjadi titik awal penguatan ekonomi pesisir dan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujar Jihan.
Inisiatif ini menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama nelayan, yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional melalui sektor perikanan.
