Bekasi, HarianJabar.com – Universitas Al-Azhar kembali menegaskan posisinya sebagai pusat keilmuan Islam dunia dengan menyelenggarakan Wisuda Mahasiswa Internasional ke-3 di Al-Azhar Conference Center, Rabu (12/11/2025).
Acara megah ini diikuti ribuan mahasiswa dari 40 negara, termasuk Indonesia, dan mendapat dukungan penuh dari Lazis ASFA Foundation, lembaga yang telah menjadi mitra utama Al-Azhar selama tiga tahun berturut-turut dalam penyelenggaraan wisuda internasional.
Wisuda tahun ini mengusung semangat wasatiyyat al-Islam (moderasi Islam), memperkuat pesan perdamaian, dakwah, serta tanggung jawab sosial bagi para lulusan yang akan kembali mengabdi di negara asal mereka.
Dihadiri Tokoh Besar Al-Azhar dan Ulama Dunia
Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran tokoh-tokoh terkemuka, antara lain Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Muhammad Ad-Duwaini, Grand Mufti Mesir Prof. Dr. Nadzir Muhammad Ayyadh, Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Salamah Daud, serta Penasehat Grand Syaikh untuk Mahasiswa Internasional Prof. Dr. Nahla Soidy.
Ribuan hadirin memenuhi aula konferensi, termasuk para duta besar negara sahabat, tokoh ulama internasional, serta perwakilan lembaga pendidikan dari berbagai negara Islam.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Muhammad Ad-Duwaini menegaskan bahwa Al-Azhar bukan sekadar universitas, tetapi kiblat keilmuan dan peradaban Islam dunia yang telah melahirkan jutaan alumni berpengaruh.
“Al-Azhar mengajarkan pandangan Islam yang moderat. Kalian harus membawa nilai Islam yang mulia — cinta damai, menghormati hak orang lain, dan menjadi teladan di masyarakat,”
ujar Ad-Duwaini di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Apresiasi untuk Lazis ASFA dan Almarhum Komjen Syafruddin Kambo
Dalam kesempatan itu, Prof. Ad-Duwaini juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Lazis ASFA Foundation, lembaga yang telah berperan besar dalam mendukung penyelenggaraan Wisuda Mahasiswa Internasional selama tiga tahun berturut-turut.
Ia secara khusus mengenang almarhum Komjen Syafruddin Kambo, Ketua Yayasan ASFA Foundation, yang dikenal sangat mencintai Al-Azhar dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pendidikan Islam moderat.
“Komjen Syafruddin adalah sahabat Al-Azhar. Allah memuliakannya, karena ketika beliau wafat, salat jenazahnya diimami langsung oleh Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Salamah Daud yang saat itu sedang berada di Jakarta sebagai tamu kehormatan,”
ungkap Prof. Ad-Duwaini yang kemudian menutup sambutannya dengan doa untuk almarhum.
Rektor Al-Azhar: Wisudawan Adalah Duta Kemanusiaan
Sementara itu, Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Salamah Daud, menegaskan bahwa sanad keilmuan para wisudawan bersambung langsung kepada para ulama besar Al-Azhar yang selama berabad-abad menjaga kemurnian ajaran Islam.
“Setiap lulusan Al-Azhar membawa nama besar lembaga ini. Kalian adalah duta kemanusiaan dan perdamaian, yang harus menebarkan ilmu dan kebaikan di mana pun berada,”
tegas Prof. Salamah Daud.
Beliau juga menekankan pentingnya menjaga nilai akhlakul karimah, kerendahan hati, serta komitmen untuk mengamalkan ilmu demi kemaslahatan umat.

Peran Strategis Lazis ASFA di Dunia Pendidikan Islam
Lazis ASFA Foundation hadir langsung dalam acara tersebut dengan mengutus KH. Anizar Masyhadi, MA, sebagai perwakilan resmi yang mewakili Ketua Lazis ASFA Muchlis Hasyim.
Kehadiran ASFA menjadi bukti nyata konsistensi lembaga itu dalam mendukung pendidikan Islam, penguatan moderasi, dan pengembangan jejaring keilmuan antara Indonesia dan Mesir.
“ASFA bukan hanya mitra pendukung, tapi juga sahabat sejati Al-Azhar dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin,”
ujar Prof. Dr. Nahla Soidy, Penasehat Grand Syaikh untuk Mahasiswa Internasional.
Ribuan Wisudawan dan Keluarga Padati Aula Wisuda
Acara wisuda berlangsung meriah dengan dihadiri lebih dari 2.000 wisudawan dan keluarganya. Mereka datang dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Nigeria, Sudan, Arab Saudi, Pakistan, dan Bangladesh.
Masing-masing membawa bendera dan atribut khas negara asal, menandakan semangat persaudaraan lintas bangsa di bawah naungan Al-Azhar.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Grand Mufti Mesir, dilanjutkan dengan jamuan makan siang bagi seluruh tamu dan wisudawan.
Meneguhkan Citra Al-Azhar sebagai Pusat Islam Moderat Dunia
Wisuda ini bukan hanya menjadi momentum akademik, tetapi juga simbol komitmen Al-Azhar dalam menyebarkan Islam yang damai, inklusif, dan berperadaban.
Dengan dukungan dari berbagai mitra, termasuk Lazis ASFA Foundation dari Indonesia, Al-Azhar terus meneguhkan diri sebagai mercusuar ilmu, dakwah, dan moderasi Islam global.
“Al-Azhar tidak hanya melahirkan ulama, tetapi juga pemimpin moral bagi dunia,”
ujar Prof. Ad-Duwaini menutup rangkaian acara dengan penuh haru dan kebanggaan.
