PUJIAN - Lee Chang Hee sutradara Korea yang menggarap film Keadilan: The Verdict mengungkapkan kekagumannya kepada Reza Rahadian dan Rio Dewanto. Para cast dan tim produksi film Keadilan, di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (12/11/2025).
Jakarta, HarianJabar.com – Dua aktor papan atas Indonesia, Reza Rahadian dan Rio Dewanto, tampil beradu akting dalam film terbaru berjudul “Keadilan: The Verdict”, hasil kolaborasi sinematik antara Indonesia dan Korea Selatan.
Film ini digarap oleh dua sutradara dari dua negara, yakni Lee Chang-hee dari Korea Selatan dan Yusron Fuadi dari Indonesia, yang menghadirkan nuansa lintas budaya dalam genre drama-thriller penuh ketegangan.
Sutradara Lee Chang-hee, yang sebelumnya dikenal lewat serial populer Netflix A Killer Paradox, menyebut film ini sebagai pengalaman artistik yang menantang sekaligus mengesankan. Ia mengaku terpukau oleh profesionalisme dan kedalaman akting Reza serta Rio, yang dianggap mampu menembus batas bahasa dan budaya.
“Reza Rahadian dan Rio Dewanto memiliki pesona yang berbeda, namun sama-sama kuat. Mereka menunjukkan kemampuan akting luar biasa yang bisa dimengerti bahkan tanpa harus menguasai bahasa yang sama,”
ujar Lee Chang-hee saat konferensi pers usai pemutaran perdana film Keadilan: The Verdict di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025).
Dua Karakter, Dua Dunia, Satu Ruang Keadilan
Dalam film ini, Reza Rahadian berperan sebagai Timo, seorang pengacara idealis yang membela tersangka dalam kasus pembunuhan kontroversial. Sementara Rio Dewanto memerankan Raka, seorang petugas keamanan pengadilan yang hidupnya berubah total setelah sang istri tewas akibat ulah anak seorang konglomerat berkuasa.
Kehidupan dua tokoh ini kemudian bertemu di satu titik paling mencekam — ruang sidang tempat keadilan seharusnya ditegakkan.
Namun, karena merasa hukum tidak berpihak padanya, Raka nekat menyandera ruang persidangan dengan ancaman bom, menuntut agar kasus kematian istrinya diadili kembali.
Ketegangan memuncak ketika idealisme dan dendam bertabrakan, sementara waktu terus berjalan di tengah ancaman ledakan dan tuntutan moral yang menguji semua pihak di ruangan itu.
Sutradara Korea Puji Akting Reza dan Rio
Lee Chang-hee, yang dikenal piawai membangun atmosfer psikologis seperti dalam A Killer Paradox dan The Vanished, menilai Reza dan Rio punya kualitas internasional.
“Keduanya memiliki daya tarik besar. Saya yakin mereka akan sangat sukses jika masuk ke pasar Korea. Saya berharap bisa banyak berkolaborasi lagi di masa depan,”
ungkap Lee dengan penuh semangat.
Sementara itu, sutradara Indonesia Yusron Fuadi menuturkan bahwa proyek ini menjadi simbol kolaborasi kreatif dua negara Asia yang memiliki semangat serupa dalam mengangkat isu keadilan sosial dan moralitas manusia.
“Keadilan adalah konsep universal. Kami ingin menunjukkan bahwa kebenaran dan kemanusiaan adalah nilai yang sama, meski dengan latar budaya yang berbeda,”
jelas Yusron dalam kesempatan yang sama.

Didukung Banyak Aktor Ternama Indonesia
Selain Reza dan Rio, film ini juga menampilkan deretan aktor-aktor berbakat tanah air, antara lain Niken Anjani, Elang El Gibran, Dimas Aditya, Dian Nitami, Karina Salim, Raflu Altama, Tubagus Ali, Eduward Manalu, Tyan Anugrah, dan Voni Anggraini.
Mereka berperan penting dalam membangun konflik emosional dan ketegangan hukum yang menjadi inti cerita. Setiap karakter digambarkan kompleks, dengan motif dan moralitas yang abu-abu, menggambarkan realitas dunia peradilan yang seringkali tidak hitam-putih.
Film Lintas Budaya dengan Sentuhan Sinematografi Korea
Proses syuting Keadilan: The Verdict dilakukan di Jakarta dan Busan, memadukan gaya sinematografi khas Korea yang gelap dan atmosferik dengan alur emosional khas film Indonesia.
Kolaborasi teknis dilakukan oleh tim kamera, tata cahaya, dan penyunting dari dua negara, menjadikan film ini tampil modern, intens, dan bernuansa internasional.
Film ini juga menjadi bagian dari inisiatif Korea-Indonesia Film Partnership Program, yang bertujuan mempererat kerja sama industri kreatif dan membuka peluang bagi talenta Asia untuk menembus pasar global.
Tayang Serentak 20 November 2025
Keadilan: The Verdict dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 November 2025, dan rencananya juga akan tayang di sejumlah jaringan bioskop di Korea Selatan dan Asia Tenggara.
Film ini diharapkan menjadi salah satu film kolaborasi Asia paling berpengaruh tahun ini, dengan tema besar yang menyentuh isu keadilan, kemanusiaan, dan rekonsiliasi moral.
“Kami ingin penonton tidak hanya terhibur, tapi juga merenungkan kembali arti keadilan dalam kehidupan sehari-hari,”
tutur Yusron Fuadi menutup konferensi pers.
