Bogor, HarianJabar.com – Cuaca ekstrem kembali melanda kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Pada Rabu sore, 12 November 2025 sekitar pukul 16.30 WIB, hujan deras disertai angin kencang memicu terjadinya angin puting beliung yang menghantam permukiman warga di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua. Dua rumah terdampak akibat kejadian ini, satu di antaranya mengalami kerusakan berat hingga hampir roboh seluruh bangunannya.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Puncak mendadak disusul hembusan angin berkecepatan tinggi. Warga di Kampung Muara RT 004 RW 005, Desa Kopo, sontak panik ketika mendengar suara gemuruh angin yang disertai benda-benda beterbangan. Banyak warga keluar rumah untuk menyelamatkan diri sebelum angin menghantam permukiman.
Kasi Trantib Kecamatan Cisarua, Komarudin, membenarkan insiden tersebut. Ia menyampaikan terdapat dua rumah yang menjadi korban, masing-masing milik Topa dan Sumiati. “Yang rusak berat rumah milik Pak Topa, sementara Bu Sumiati mengalami kerusakan sedang. Atap rumah keduanya beterbangan, bahkan rumah Pak Topa sebagian bangunannya ikut roboh,” ujar Komarudin, Kamis (13/11/2025), dilansir dari Pikiran-Rakyat.com.

Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan bahwa rumah milik Topa mengalami kerusakan paling parah. Bagian atap dan dinding rumah runtuh diterjang angin sehingga sebagian struktur bangunan tidak lagi layak digunakan. Sementara itu, rumah Sumiati masih dapat dihuni, namun kerusakan pada genteng, plafon, serta beberapa bagian rangka atap membutuhkan perbaikan cukup besar.
Pemerintah Desa Kopo bersama aparat Kecamatan Cisarua langsung melakukan pendataan terhadap rumah-rumah terdampak. Tim juga mulai mengkaji kebutuhan bantuan darurat untuk pemilik rumah yang mengalami kerusakan paling parah akibat angin puting beliung tersebut.
Kejadian ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Bogor selama musim penghujan, seiring meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Kecamatan Cisarua mengimbau warga tetap waspada, terutama yang tinggal di kawasan rawan angin kencang dan banjir.
