Bogor, HarianJabar.com – Jalan Cileungsi Raya kini bak “neraka” bagi warga sekitar. Proyek pembangunan Jembatan Cileungsi II di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang tak kunjung rampung menyebabkan kemacetan parah hampir sepanjang hari. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan menimbulkan frustrasi yang kian memuncak.
Rendi, warga Cileungsi yang setiap hari bekerja di Jakarta, mengaku stres menghadapi kemacetan yang tak pernah reda, baik pagi maupun malam hari. “Macetnya sudah gak kira-kira karena gak cuma pagi saja, tapi dari pagi sampai tengah malam jam 24.00 pun masih macet. Artinya macet sepanjang hari, pejabat harus ke sini biar tahu penderitaan masyarakat,” keluh Rendi, Sabtu (6/12/2025).
Warga mempertanyakan kinerja pihak pelaksana proyek yang dinilai tidak becus menyelesaikan pembangunan Jembatan Cileungsi II. Proyek yang seharusnya menjadi solusi akses justru berubah menjadi sumber masalah baru. Ketidakpastian tenggat waktu penyelesaian menambah kekesalan warga.

Di berbagai platform media sosial, keluhan hingga sumpah serapah masyarakat semakin banyak bermunculan. Banyak warga menilai bahwa lambannya progres pembangunan menunjukkan kurangnya pengawasan pemerintah daerah maupun kontraktor terkait. Tidak sedikit yang mendesak agar pejabat turun langsung melihat kondisi kemacetan di lapangan.
Kemacetan panjang yang terjadi setiap hari tidak hanya menghambat arus kendaraan pribadi dan pekerja, tetapi juga berdampak pada distribusi barang serta layanan darurat. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko keselamatan, terutama pada saat terjadi insiden yang membutuhkan respons cepat.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun pemerintah daerah terkait penyebab keterlambatan proyek dan solusi yang direncanakan. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan dan memastikan pembangunan Jembatan Cileungsi II dipercepat agar kemacetan tidak terus-menerus menyiksa pengguna jalan.
