Bekasi, HarianJabar.com – Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, meluapkan kekecewaan meski timnya membawa pulang kemenangan 2-0 atas Moldova pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Chisinau, Kamis (13/11/2025). Kemenangan itu tak serta-merta membuat suasana hati Gattuso membaik karena berbagai kritik dan hinaan dari sebagian suporter yang hadir di stadion.
Italia memastikan kemenangan di menit-menit akhir. Gol pertama lahir melalui sundulan Gianluca Mancini pada menit ke-88, disusul sontekan Francesco Pio Esposito di masa tambahan waktu. Namun sebelum gol-gol tersebut tercipta, sekitar 500 suporter Azzurri terdengar meneriakkan nyanyian bernada sinis yang meminta para pemain “pergi bekerja”.
“Saya merasa tidak enak dengan apa yang saya dengar hari ini,” ujar Gattuso kepada RAI Sport. “Datang ke laga tandang dan melihat sebagian fans menghina para pemain, saya tidak bisa menerima itu. Ini adalah saat di mana kita harus tetap bersatu.”
Gattuso juga membela performa timnya yang tampil dengan formasi 4-4-2 dan menurunkan 11 pemain baru. Ia menolak anggapan bahwa permainan Italia tidak meyakinkan.

“Apa maksud Anda ini bukan performa terbaik? Saya melihat para pemain mendominasi, dan Moldova tidak pernah melepaskan tembakan ke gawang,” tegasnya. “Kalau Anda mengharapkan skor 11-1 seperti Moldova melawan Norwegia, itu bukan urusan saya. Tidak ada pertandingan yang mudah.”
Italia Tetap Menang, Namun Tetap ke Play-off
Kemenangan ini menjadi yang keenam bagi Italia di Grup I, sehingga mereka mengoleksi 18 poin. Namun, posisi mereka tetap tidak berubah setelah Norwegia menorehkan tujuh kemenangan beruntun, terakhir menumbangkan Estonia dengan skor 4-1.
Hasil tersebut memastikan Italia harus melalui jalur play-off untuk meraih tiket Piala Dunia 2026. Selisih gol yang sangat jauh—Norwegia +29, Italia +12—membuat laga pamungkas melawan Norwegia pada Minggu (16/11) tak lagi menentukan.
Kondisi inilah yang membuat Gattuso mempertanyakan format kualifikasi yang berlaku saat ini.
“Kami punya 18 poin, menang enam kali, dan tetap harus menjalani dua pertandingan lagi di play-off untuk lolos. Itu tidak tampak benar,” keluhnya. “Di zaman saya, tim teratas langsung lolos. Sekarang terus berubah.”
Italia kini menggeser fokus menuju babak play-off yang akan digelar pada Maret 2026. Meski lolos otomatis sudah tak mungkin, Gattuso berharap kritik publik bisa mereda dan para pemain tetap mendapatkan dukungan penuh menjelang fase penentuan tersebut.
