Bekasi, HarianJabar.com – Suntikan dana segar senilai Rp23,67 triliun dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tidak datang tanpa tuntutan. Danantara menegaskan bahwa dana jumbo tersebut harus dibarengi dengan transformasi total, bukan sekadar perbaikan kosmetik.
Managing Director Danantara Indonesia, Febriany Eddy, menegaskan bahwa Garuda harus melakukan reformasi mendasar di hampir seluruh aspek bisnisnya, mulai dari pelayanan, skema bisnis, keamanan armada, hingga modernisasi teknologi yang dianggap sudah jauh tertinggal.
“Membangun perencanaan transformasi penuh Garuda Indonesia membutuhkan waktu, tidak bisa instan,” ujar Febriany, Jumat (14/11/2025).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal jelas bahwa Danantara tak hanya sekadar investor yang menyuntik dana, tetapi juga ingin mengawal perubahan Garuda secara menyeluruh.
Fokus Utama: Pelayanan Premium dan Pengalaman Pelanggan
Febriany menekankan bahwa pelayanan premium harus menjadi wajah baru Garuda Indonesia. Untuk kembali bersaing dengan maskapai kelas dunia, perbaikan harus dimulai dari hal paling dasar: pengalaman pelanggan.
Ia menyoroti berbagai elemen yang harus ditingkatkan secara bertahap dan terukur, antara lain:
- hiburan dalam kabin (in-flight entertainment) yang lebih modern,
- konektivitas WiFi yang stabil dan cepat,
- pembaruan konten hiburan, dan
- peningkatan standar kuliner dalam pesawat.
“Orang-orang yang berhadapan langsung dengan pengguna jasa harus memiliki dedikasi penuh terhadap pelayanan berkualitas,” ujarnya menegaskan.
Dengan peningkatan layanan ini, Garuda diharapkan kembali menjadi maskapai yang identik dengan kenyamanan, keramahan, dan kualitas premium.
Tiga Pilar Transformasi: Bisnis, Armada, Teknologi
Selain pengalaman pelanggan, Febriany menyebutkan tiga pilar transformasi krusial lain yang harus digenjot Garuda Indonesia.
1. Perombakan Skema Bisnis
Garuda harus lebih agresif dalam:
- membuka rute-rute menguntungkan,
- mengoptimalkan potensi bisnis kargo,
- serta menjalin aliansi global yang berdampak pada monetisasi jaringan penerbangan.
Kunci besarnya adalah efisiensi, sehingga setiap penerbangan menjadi sumber laba, bukan beban.
2. Keamanan dan Ketepatan Jadwal
Garuda wajib memastikan keamanan operasional setiap pesawat yang mengudara. Pemeliharaan armada harus dilakukan secara prima untuk menghindari insiden dan gangguan penerbangan.
Ketepatan jadwal (on-time performance) juga kembali ditekankan sebagai salah satu reputasi yang wajib dijaga. Dalam industri penerbangan, ketepatan waktu identik dengan kepercayaan pelanggan.

3. Modernisasi Teknologi—Titik Lemah Paling Serius
Febriany menyebut bahwa salah satu isu terbesar Garuda adalah teknologi yang sudah “jadul banget”. Sistem digital maskapai dinilai tidak terintegrasi, banyak aplikasi internal yang berjalan sendiri-sendiri, dan minim sinkronisasi antarproses.
“Ini hal paling kritis. Modernisasi digital harus dilakukan, tidak bisa ditunda.”
Langkah modernisasi teknologi disebut sebagai pondasi penting agar transformasi bisnis dapat dilakukan secara efisien dan berkelanjutan.
Menghidupkan Kembali Armada ‘Parkir’
Salah satu target vital Danantara adalah mengembalikan seluruh pesawat Garuda yang kini terparkir di hangar agar kembali mengudara. Kondisi grounded tersebut selama ini terjadi akibat kesulitan pendanaan dan rendahnya kemampuan Garuda menutupi biaya operasional.
Dengan masuknya dana Rp23,67 triliun, seluruh armada yang sebelumnya tidak produktif diharapkan dapat kembali menghasilkan pendapatan, sehingga posisi keuangan Garuda kembali sehat dan kompetitif.
Harapan Baru untuk Maskapai Kebanggaan Nasional
Transformasi ini dipandang sebagai kesempatan besar untuk membawa Garuda Indonesia keluar dari masa-masa sulit. Dengan perbaikan menyeluruh, Garuda diharapkan kembali menjadi maskapai premium yang dapat bersaing di pasar global, sembari membawa kembali reputasi Indonesia di dunia penerbangan internasional.
Dalam waktu dekat, Danantara akan memantau progres transformasi Garuda secara ketat, memastikan setiap komitmen yang ditetapkan dapat diwujudkan dalam langkah nyata.
