Bekasi, HarianJabar.com – Cabang olahraga (cabor) Pacuan Kuda kontingen Kabupaten Bandung berhasil memastikan satu tiket menuju babak final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025. Kepastian ini didapat setelah tim Kabupaten Bandung lolos babak kualifikasi yang digelar di Lapang Pacuan Kuda Legok Jawa, Kabupaten Pangandaran, Minggu 24 November 2025.
Pada babak kualifikasi, kontingen Kabupaten Bandung meraih medali emas dan perak dari kelas G 1.000 meter dan kelas E 1.200 meter. Kuda Falling in Love, yang ditunggangi joki Komarudin asal Majalaya, tampil dominan di kelas G 1.000 meter. Prestasi serupa hampir diraih di kelas E 1.200 meter, di mana kuda Artemis yang juga ditunggangi Komarudin finis di posisi kedua.
Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Bandung, Angie Natesha Goenadi Go, mengatakan bahwa selain kedua kelas tersebut, kontingen Kabupaten Bandung menurunkan sejumlah kuda unggulan lainnya, antara lain Canterella 42 (Kelas A 1.300 meter), Beauty Habibah (Kelas C 1.100 meter), Joy Ranger (Kelas D 1.000 meter), serta Over Joy dan Dewi Kemuning (Kelas F 1.000 meter).

Untuk memperkuat peluang juara di babak final, Kabupaten Bandung berencana menurunkan dua kuda nasional berprestasi, yakni Naga Sembilan, juara kelas Terbuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seri II, dan Dominator, yang sebelumnya menjadi kampiun Kejurnas Seri I. “Kehadiran kuda-kuda elite ini diharapkan menjadi kunci sukses dalam upaya merebut gelar tertinggi Porprov 2026,” ujar Angie, Senin (24/11/2025).
Selain kuda unggulan, tim Kabupaten Bandung didukung oleh deretan joki berpengalaman, termasuk Marcel Singal, Angel, Valentino Wongkar, Yayan, serta Komarudin yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya pada babak kualifikasi. Pordasi Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mengharumkan nama daerah melalui olahraga berkuda.
Namun, Angie menambahkan, keberhasilan tim juga membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, terutama dalam hal fasilitas, pelatihan, dan pendanaan jangka panjang. Dukungan ini dianggap penting untuk menjaga konsistensi prestasi dan membangun generasi pacuan kuda unggulan di Kabupaten Bandung.
Dengan strategi penempatan kuda unggulan, joki berpengalaman, dan dukungan yang memadai, Kabupaten Bandung optimistis dapat bersaing memperebutkan gelar juara pada babak final Porprov 2025 cabor pacuan kuda, sekaligus mempertahankan tradisi prestasi dalam olahraga berkuda di tingkat provinsi.
