Bekasi, HarianJabar.com – Kasus Tuberkulosis (TBC) dan stunting di Kota Bandung hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah karena angka kasusnya cukup tinggi. Berdasarkan data sementara dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, hingga Juni 2025 tercatat sebanyak 6.941 kasus TBC, sementara angka prevalensi stunting pada tahun 2024 masih berada di angka 12,4 persen.
“PR terutama TBC dan risiko stunting. Itu masih kita tekan dengan luar biasa,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat ditemui di Balai Kota, Senin (24/11/2025). Pemerintah Kota Bandung pun telah merancang berbagai upaya penanganan agar kasus TBC dan stunting bisa terus ditekan dan mengalami penurunan signifikan pada tahun berikutnya.
Farhan menjelaskan bahwa penanganan dilakukan melalui enam pilar transformasi, mulai dari transformasi layanan hingga transformasi kualitas sumber daya manusia (SDM). Namun, yang menjadi fokus utama adalah pemanfaatan program pemerintah pusat, salah satunya Cek Kesehatan Gratis (CKG). “Sekarang adalah bagaimana program pemerintah pusat, yaitu cek kesehatan gratis, kita masifkan di mana-mana sebagai bagian dari screening kesehatan masyarakat. Dari situ sebetulnya kita sudah bisa melakukan sensus kesehatan,” kata Farhan.

Selain itu, Pemkot Bandung memastikan akan mengembalikan layanan kesehatan masyarakat yang efisien, efektif, dan terjangkau. Farhan menyebut, meskipun layanan kesehatan dari sisi biaya tidak murah, pemerintah pusat, provinsi, dan kota memiliki kewajiban memastikan akses layanan kesehatan berkualitas bisa didapat oleh semua lapisan masyarakat, terutama kelompok masyarakat yang masih masuk dalam desil 1 sampai 10.
Farhan menegaskan bahwa semua program layanan kesehatan masyarakat tidak terpengaruh oleh pengurangan transfer ke daerah (TKD) dan hal tersebut tidak menjadi alasan untuk mengurangi pelayanan. “Tidak menjadi alasan, karena yang paling penting sekarang dalam pembiayaan adalah tingkat kepatuhan kepada BPJS yang menjadi ukuran. Kita sedang mendorong itu,” ujarnya.
Selain program pusat dan transformasi layanan, Farhan mengaku akan terus berkeliling ke semua kelurahan dan RW untuk memastikan masyarakat patuh terhadap BPJS. Menurutnya, tingkat kepatuhan ini akan meningkatkan akses terhadap Universal Health Coverage (UHC) dan memastikan seluruh masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas.
Upaya terpadu ini diharapkan dapat menekan angka kasus TBC dan stunting di Kota Bandung, sekaligus memperkuat sistem layanan kesehatan yang berfokus pada pemerataan akses bagi seluruh warga.
