Kuningan, HarianJabar.com – Sebanyak 126 ribu keluarga di Kabupaten Kuningan masih belum memiliki rumah sendiri. Data tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Kuningan, Burhanudin.
Menurutnya, angka tersebut berasal dari backlog perumahan yang mencapai 30,05 persen. Backlog merupakan selisih antara jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat dengan jumlah rumah yang tersedia. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan rumah layak huni di Kuningan masih sangat tinggi.
Burhanudin menjelaskan bahwa tingginya angka backlog dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keterbatasan lahan, kemampuan ekonomi masyarakat yang belum memadai, hingga kurangnya pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Permasalahan backlog ini memerlukan intervensi serius, baik dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat. Kami juga mendorong peran pengembang untuk memperluas pembangunan perumahan terjangkau,” ujarnya.
Pemerintah daerah saat ini tengah menyusun beberapa program untuk menekan angka backlog, termasuk pembangunan rumah subsidi, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (Rutilahu), serta kolaborasi dengan pihak swasta melalui skema KPR yang lebih terjangkau.
Dengan kebutuhan rumah yang terus meningkat setiap tahun, Pemkab Kuningan menargetkan penurunan backlog secara bertahap melalui program pembangunan dan pembiayaan perumahan yang lebih inklusif.
