Bogor, HarianJabar.com — Great Wall Motor (GWM) Indonesia resmi memulai perakitan lokal (Completely Knocked Down/CKD) mobil listrik hatchback bergaya retro-modern, ORA 03, di fasilitas Inchcape Manufacturing, Wanaherang, Bogor, sejak Senin (24/11/2025). Langkah ini mengakhiri masa impor utuh (CBU) ORA 03 dari Thailand dan menandai strategi besar GWM dalam memperkuat penetrasi kendaraan listrik di Indonesia.
Dengan dimulainya produksi CKD, GWM mengumumkan bahwa ORA 03 kini memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen — ambang minimal untuk memperoleh insentif resmi pemerintah. TKDN tinggi menjadi kunci penting dalam menekan biaya produksi dan mengoptimalkan dukungan fiskal untuk kendaraan listrik.
Secara umum, peralihan dari CBU ke CKD membuka peluang untuk penyesuaian harga yang biasanya lebih ramah konsumen. Namun, kendati spekulasi penurunan harga semakin kuat, CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto, belum bersedia memastikan apakah ORA 03 versi CKD yang dijual mulai 2026 akan dipasarkan dengan harga lebih rendah.
“Kami belum tahu nanti misalnya Januari 2026 harganya seperti apa, namun harga itu yang paling penting adalah yang bisa memenuhi ekspektasi konsumen,” ujar Bagus. Meski hati-hati, ia memberi sinyal bahwa perubahan harga sangat mungkin terjadi karena dipengaruhi variabel seperti BBN, NJKB, dan insentif elektrifikasi pemerintah.

Menurut Bagus, penentuan harga mobil listrik tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Besaran insentif dan regulasi fiskal pemerintah masih menjadi faktor penting yang akan menentukan strategi harga GWM. “Kami berusaha memberikan sesuai dengan ekspektasi masyarakat,” katanya.
Sejak pengiriman perdana pada Agustus lalu, ORA 03 yang dipasarkan di kisaran Rp370 jutaan (OTR Jakarta) telah mencatat penyerahan 192 unit ke konsumen. GWM juga tengah memperluas jaringan diler dari sembilan menjadi 13 cabang, memperkuat ekosistem layanan purna jual kendaraan listrik mereka.
Sebagai pesaing langsung Wuling Binguo EV dan berbagai hatchback listrik lainnya, ORA 03 dibekali motor listrik Permanent Magnet Synchronous bertenaga 105 kW dan torsi 210 Nm. Baterai Lithium-iron Phosphate (LFP) berkapasitas 47,8 kWh memberikan jangkauan hingga 400 km berdasarkan siklus NEDC.
Secara dimensi, ORA 03 hadir dengan panjang 4.325 mm, lebar 1.825 mm, dan tinggi 1.596 mm. Mobil ini juga mengandalkan fitur keselamatan modern melalui teknologi ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) yang meningkatkan keamanan berkendara.
Dimulainya produksi CKD di Bogor bukan sekadar pemindahan proses produksi, tetapi sinyal tegas bahwa GWM serius menanamkan investasi jangka panjang di Indonesia. Perubahan ini diharapkan dapat membuka peluang harga lebih terjangkau bagi konsumen, sejalan dengan percepatan program elektrifikasi nasional.
