Bandung, HarianJabar.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan keyakinannya bahwa Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan industri pertahanan nasional. Langkah ini akan menjadi pengembangan baru selain fungsi utama bandara sebagai pelayan penerbangan sipil.
Posisi Strategis Kertajati
Menurut Dedi, lokasi dan kelayakan BIJB Kertajati sangat memadai untuk menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri. Kawasan ini diharapkan bisa menjadi basis bagi perusahaan seperti Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan perusahaan pertahanan lainnya.
“Gagasan kami adalah selain kawasan ekonomi khusus, Kertajati menjadi kawasan industri pertahanan dalam negeri,” kata Dedi, Rabu (26/11/2025).
Harapan Integrasi Industri Pertahanan
Dedi berharap industri pertahanan dapat dipusatkan di satu lokasi, sehingga mendukung efisiensi, koordinasi, dan pengembangan teknologi nasional. Selain itu, hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan investasi strategis dan membuka lapangan kerja baru di Jawa Barat.

Potensi dan Strategi
Pengembangan BIJB Kertajati sebagai kawasan industri pertahanan dianggap strategis karena:
- Posisi geografi yang mendukung logistik dan distribusi.
- Dekat dengan pusat-pusat produksi pertahanan nasional.
- Dukungan pemerintah daerah dan potensi investasi tinggi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Jawa Barat untuk menguatkan industri pertahanan dalam negeri sekaligus mengoptimalkan fungsi bandara sebagai pusat ekonomi.
