Bandung, HarianJabar.com – Penetapan Abdurahman Wahid alias Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional resmi melewati berbagai tahapan pemerintahan. Hal ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Taufik Nurrohim, saat hadir dalam podcast di Studio Tribun Jabar, Rabu (26/11/2025).
Menurut Taufik, organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dari tingkat desa, kabupaten/kota, hingga provinsi menjadi pihak yang paling vokal dalam mendorong pengakuan gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur.
“NU dari berbagai daerah terus mendorong agar jasa dan teladan Gus Dur diakui oleh negara,” ujar Taufik.
Gus Dur Sudah Dianggap Pahlawan oleh Masyarakat
Sebelum negara memberikan pengakuan resmi, masyarakat telah menempatkan Gus Dur sebagai pahlawan karena jasa dan teladannya dalam menjaga persatuan bangsa, memperjuangkan toleransi antarumat beragama, dan membela hak-hak minoritas.
“Gus Dur itu sudah menjadi pahlawan bagi rakyat pada waktu itu,” tambah Taufik.
Sejak wafatnya pada 30 Desember 2009, berbagai kalangan lintas agama dan kelompok sosial terus mengenang jasa Gus Dur. Banyak studi dan kajian mengenai pemikiran Gus Dur bermunculan, terutama terkait demokrasi, hak asasi manusia, dan pluralisme di Indonesia.

Warisan Moral dan Tradisi Haul
Tradisi Haul Gus Dur yang digelar setiap tahun memperlihatkan bahwa pemikiran dan warisan moralnya tetap hidup di masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum mengenang Gus Dur, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan refleksi bagi generasi muda tentang nilai-nilai kebangsaan.
“Warisan Gus Dur bukan hanya di bidang politik, tapi juga moral dan kebangsaan, yang terus kita ingat dan teladani,” jelas Taufik.
Gus Dur juga dikenal sebagai presiden ke-4 Indonesia yang menonjolkan reformasi dan demokratisasi, termasuk membuka ruang bagi kebebasan pers, mendukung desentralisasi, dan menekankan pentingnya kesetaraan bagi seluruh warga negara.
Pentingnya Pengakuan Resmi
Menurut Taufik, pengakuan gelar Pahlawan Nasional oleh negara bukan semata formalitas, tetapi sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan kontribusi Gus Dur yang berdampak luas bagi bangsa dan negara. Gelar ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk meneladani kepemimpinan yang mengedepankan integritas, keberanian, dan toleransi.
“Gus Dur menjadi contoh nyata bagaimana pemimpin bangsa dapat berpihak pada kemanusiaan dan persatuan,” tambah Taufik.
