Oplus_16908288
Jakarta, HarianJabar.com – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menekankan pentingnya segera menghentikan konflik internal yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurutnya, pertikaian berkepanjangan hanya akan merusak citra organisasi sekaligus menguras energi pengurus.
“Oleh karena saya berharap konflik ini tidak berlarut-larut. Bukan hanya dapat citra buruk, juga menghabiskan energi dan bisa merembet ke kepengurusan di tingkat bawah,” ujar Lili, Jumat (5/12/2025).
Lili mengingatkan agar struktur NU di daerah tetap solid dan tidak terpengaruh dinamika di tingkat pusat. Melibatkan pengurus daerah hanya akan memperbesar masalah.
“Kalau sampai terjadi, sangat berbahaya dan bisa menghancurkan keutuhan organisasi. Saya berharap masing-masing pihak jangan membawa-bawa atau meminta dukungan dari pengurus di daerah-daerah,” tegasnya.
Ia juga mendukung usulan agar kedua kubu menggelar islah dan duduk bersama mencari jalan tengah, termasuk saran dari para kiai khos, dengan tujuan menyelesaikan konflik secara win-win solution.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa keputusan Rapat Harian Syuriyah yang mencopot dirinya tidak memiliki dasar hukum yang sah. Ia menegaskan posisi ketum masih dijabat oleh dirinya.
“Saya dalam hal ini tidak punya kepentingan apa pun selain mempertahankan tatanan organisasi yang ada. Jangan sampai tatanan organisasi yang ada ini runtuh hanya karena keinginan-keinginan sepihak,” kata Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Gus Yahya menilai Rapat Harian Syuriyah yang digelar sepihak beberapa pekan lalu tidak memberikan ruang klarifikasi kepadanya, sehingga secara materiil keputusan tersebut tidak dapat diterima.
“Maka, saya bertekad bersama-sama dengan teman-teman yang menjadi Pengurus Harian di sini, kita semua bertekad untuk menjaga tatanan organisasi ini sekuat-kuatnya,” tegasnya.
Konflik internal PBNU ini berpotensi menimbulkan dualisme kepemimpinan jika tidak segera diselesaikan, sehingga upaya islah dan duduk bersama diharapkan bisa meredakan ketegangan di tubuh organisasi.
