Jakarta, Harianjabar.com — Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menonaktifkan dua kadernya yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI, yakni Eko Patrio dan Uya Kuya. Keputusan ini diumumkan setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN melakukan evaluasi internal pada akhir Agustus 2025.
Sekretaris Jenderal PAN menegaskan, penonaktifan kedua kader tersebut merupakan langkah organisasi untuk menjaga disiplin dan marwah partai. “Dalam rapat harian DPP, diputuskan menonaktifkan sementara Saudara Eko Patrio dan Saudara Uya Kuya dari aktivitas kepartaian di DPR. Keputusan ini merupakan bentuk evaluasi dan pembinaan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/9/2025).
Status Anggota DPR Masih Berlaku
Meski dinonaktifkan dari struktur kepartaian, keduanya masih berstatus sebagai anggota DPR RI secara administratif. Hal ini karena keanggotaan DPR hanya dapat dicabut melalui mekanisme tertentu, baik melalui internal partai maupun proses di Badan Kehormatan DPR.
PAN menegaskan, langkah ini tidak serta-merta berarti pemberhentian tetap, melainkan sebagai sanksi sementara untuk memberi ruang evaluasi kinerja dan kedisiplinan. “Kami ingin menunjukkan bahwa PAN menegakkan aturan secara konsisten, siapapun kadernya,” tambah Sekjen PAN.
Respons dan Dampak
Hingga berita ini diturunkan, baik Eko Patrio maupun Uya Kuya belum menyampaikan tanggapan resmi terkait keputusan partai. Keduanya dikenal publik tidak hanya sebagai politisi, tetapi juga figur hiburan yang memiliki basis penggemar luas.
Sejumlah pengamat politik menilai, keputusan PAN ini bisa memengaruhi dinamika internal partai menjelang pembahasan sejumlah agenda penting di parlemen. Namun di sisi lain, langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa PAN berkomitmen menjaga disiplin kader.
“Partai sedang berusaha memperkuat citra kedisiplinan politik di tengah sorotan publik. Menonaktifkan kader populer tentu bukan keputusan ringan, tetapi bisa menjadi pesan bahwa partai ingin serius menata barisan,” ujar seorang pengamat politik dari salah satu universitas negeri di Jakarta.

Konsolidasi Internal
PAN menyatakan, keputusan penonaktifan ini juga bertujuan memperkuat konsolidasi internal partai di tengah situasi politik nasional yang dinamis. Dengan adanya evaluasi, diharapkan kader lainnya tetap menjaga komitmen pada garis kebijakan partai.
“Kami tetap membuka komunikasi dengan yang bersangkutan. Partai ini milik bersama, dan yang kami lakukan murni untuk kebaikan organisasi,” ujar Sekjen PAN.
Menunggu Perkembangan
Publik kini menanti respons resmi dari Eko Patrio dan Uya Kuya, serta bagaimana langkah lanjutan PAN dalam mengisi peran keduanya di DPR RI. Keputusan ini juga dinilai akan menjadi ujian konsistensi PAN dalam menegakkan disiplin kader di masa mendatang.
