Bandung, HarianJabar.com – Di tengah hiruk pikuk pasar tradisional, sosok Eris (42) tampak sabar menunggu pembeli di lapak daging ayamnya. Sejak pagi buta, ia sudah menata dagangannya rapi, berharap ada pelanggan yang mampir untuk membeli meski kondisi pasar semakin ramai oleh pedagang baru dan persaingan makin ketat.

Rutinitas Sehari-hari
Eris biasanya berangkat dari rumahnya sebelum subuh. Dengan motor bebek tua yang sudah menemaninya bertahun-tahun, ia mengangkut beberapa ekor ayam potong untuk dijual di lapak sederhana miliknya.
Begitu tiba di pasar, Eris langsung membersihkan meja kayu lapak, menata daging ayam, serta menyiapkan timbangan. Semua dilakukan dengan penuh ketelatenan.
“Kalau nggak rapi, orang juga males lihatnya. Saya ingin pembeli merasa nyaman,” ucap Eris sambil tersenyum.
Perjuangan di Tengah Persaingan
Menjadi pedagang ayam di pasar tradisional bukan perkara mudah. Eris mengaku kadang dagangannya tidak habis terjual, apalagi ketika harga ayam naik. Di sisi lain, ia harus bersaing dengan pedagang besar yang punya modal lebih kuat.
“Kalau lagi sepi, ya pulang bawa sisa. Tapi namanya juga rezeki, ada aja yang beli meski sedikit. Saya tetap syukuri,” tutur Eris.
Harapan untuk Keluarga
Meski penghasilan tak menentu, Eris tetap semangat berdagang. Baginya, lapak kecil itu adalah sumber kehidupan bagi istri dan dua anaknya. Anak sulungnya yang masih duduk di bangku SMP menjadi alasan utama Eris pantang menyerah.
“Selama tangan masih bisa kerja, saya akan terus berjualan. Saya cuma ingin anak-anak bisa sekolah lebih tinggi dari saya,” katanya dengan mata berbinar.
Wajah Humanis Pasar Tradisional
Kisah Eris menggambarkan wajah humanis pasar tradisional: tempat di mana pedagang kecil berjuang keras demi menghidupi keluarga, meski kerap dihantam persaingan dengan ritel modern. Di balik kesederhanaannya, ada semangat pantang menyerah yang patut diapresiasi.
Bagi Eris, menanti pembeli bukan sekadar rutinitas, tapi juga doa dan harapan agar rezeki terus mengalir.
Sosok Eris adalah potret nyata pekerja keras di pasar tradisional yang sering luput dari perhatian publik. Meski lapak ayamnya sederhana, semangat dan kesabarannya menjadi inspirasi tentang arti kesungguhan, keikhlasan, dan cinta keluarga.
