Bekasi, Harianjabar.com — Banyak orang meyakini bahwa minum air es dan mengonsumsi makanan berminyak dapat memperparah batuk pilek (bapil). Namun, menurut para ahli, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
dr. Ratna Sari, Sp.P, pakar penyakit paru dari RS Cipto Mangunkusumo, menjelaskan bahwa batuk pilek biasanya disebabkan oleh infeksi virus, alergi, atau iritasi saluran pernapasan.
“Minum air es atau makanan berminyak tidak secara langsung memperparah infeksi. Namun, beberapa orang mungkin merasakan iritasi tenggorokan akibat minuman dingin atau makanan pedas/berminyak,” ujar dr. Ratna, Kamis (9/10/2025).

Sementara itu, Dewi Lestari, S.Gz, ahli gizi, menambahkan bahwa makanan berminyak bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung, tetapi tidak memengaruhi proses penyembuhan batuk pilek secara signifikan.
“Yang paling penting adalah menjaga hidrasi, asupan nutrisi seimbang, dan cukup istirahat. Ini jauh lebih berpengaruh terhadap pemulihan daripada pantangan minum air es atau makanan berminyak,” jelas Dewi.
Para ahli menekankan pentingnya membedakan fakta dari mitos kesehatan. Jika batuk pilek berlangsung lebih dari 7–10 hari, disertai demam tinggi, sesak napas, atau gejala berat lainnya, masyarakat dianjurkan untuk segera berkonsultasi ke tenaga medis.
- Minum air es tidak memperparah batuk pilek secara langsung.
- Makanan berminyak tidak signifikan memengaruhi proses penyembuhan.
- Fokus pada hidrasi, nutrisi, dan istirahat tetap menjadi kunci pemulihan.
