Cirebon, HarianJabar.com — Aksi kejar-kejaran berdarah antara sekelompok pelajar viral di media sosial setelah seorang remaja tampak sujud sambil memohon ampun ketika dikejar pelajar lain yang membawa celurit di Kota Cirebon, Jawa Barat.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Kalitanjung, Kecamatan Harjamukti, pada Jumat (10/10) malam.
Menurut keterangan saksi, korban yang masih berstatus pelajar SMP itu dikejar oleh empat orang pelajar berseragam dari sekolah berbeda. Para pelaku diduga hendak merampas jaket korban.
“Korban sudah ketakutan, sampai akhirnya jatuh dan sujud di pinggir jalan sambil minta ampun. Tapi pelaku tetap mengacungkan celurit,” ujar Dedi (34), warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.
Viral di Media Sosial
Video berdurasi 28 detik yang merekam momen mencekam itu kini beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, terlihat korban berusaha menghindar sebelum akhirnya berlutut dan menunduk di depan pelaku.
Polresta Cirebon membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan bahwa para pelaku telah diamankan oleh tim Satreskrim beberapa jam setelah video viral.

“Benar, sudah kami amankan empat pelaku yang masih berstatus pelajar. Mereka mengaku hanya ingin mengambil jaket korban,” kata Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni.
Motif dan Barang Bukti
Dari tangan pelaku, polisi menyita dua bilah celurit dan sebuah jaket berwarna hitam milik korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi tersebut dilakukan secara spontan setelah para pelaku melihat korban di jalan.
“Kami akan lakukan pembinaan dan memanggil pihak sekolah serta orang tua mereka. Tindakan membawa senjata tajam tetap kami proses sesuai hukum,” tegas Sumarni.
Warga Minta Patroli Diperketat
Warga sekitar berharap kepolisian memperketat patroli malam di kawasan Kalitanjung dan sekitarnya, mengingat aksi tawuran dan perampasan oleh pelajar kerap terjadi di lokasi tersebut.
“Bukan pertama kali di sini. Sudah sering ada pelajar bawa senjata tajam malam-malam,” kata seorang warga.
