Bekasi, HarianJabar.com — Stasiun televisi Trans7 ramai diperbincangkan setelah program Xpose menuai kontroversi karena dinilai melecehkan ulama, khususnya kiai Anwar Manshur dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Dalam tayangan tersebut, narator menyebut bahwa “kiai yang kaya raya malah diberi amplop oleh santri, bahkan santri sampai ngesot untuk mencium tangan,” serta menyinggung soal santri yang dijadikan pekerja rumah tangga. Narasi yang dianggap tendensius ini memicu amarah banyak masyarakat, bahkan memunculkan wacana boikot terhadap stasiun televisi tersebut.
Pemilik Trans7
Trans7 berada di bawah naungan CT Corp, konglomerasi milik Chairul Tanjung. Lahir di Jakarta, 16 Juni 1962, Chairul berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Abdul Ghafar, wartawan media cetak, dan ibunya, Halimah, ibu rumah tangga.
Chairul menempuh pendidikan di Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran Gigi dan lulus tahun 1987. Meski memiliki gelar kedokteran gigi, ia memilih merintis bisnis, mulai dari PT Pariarti Shindutama hingga membangun konglomerasi Para Inti Holdindo, yang kini dikenal sebagai CT Corp. Perusahaan ini memiliki tiga subholding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources, mencakup layanan finansial, media, ritel, hiburan, dan sumber daya alam. Kekayaannya kini diperkirakan US$4,8 miliar atau sekitar Rp79,6 triliun.

Sejarah Trans7
Trans7 awalnya bernama Duta Visual Nusantara Televisi (DVN TV), didirikan pada 25 Oktober 1999 oleh H. Sukoyo dan tiga pihak lain. Izin stasiun televisi ini kemudian dijual sebagian kepada Kompas Gramedia, yang mengubah nama DVN TV menjadi TV7 pada 28 Desember 2001.
Kompas Gramedia menargetkan program 70% hiburan dan 30% berita, yang diterima cukup baik masyarakat. Pada 2006, TV7 dibeli oleh Para Group melalui PT Para Inti Investindo (sekarang Trans Corp). Sejak itu, Trans7 sukses menayangkan program populer seperti Empat Mata, Opera Van Java, On the Spot, Hitam Putih, dan Indonesia Lawak Club.
Hingga kini, Trans7 tetap menjadi stasiun televisi swasta yang fokus menayangkan program hiburan favorit masyarakat, meski menghadapi kontroversi terkait tayangan tertentu.
