Jakarta, 7 Juli 2025 — Banjir kembali melanda wilayah Jakarta setelah hujan deras mengguyur ibu kota sejak akhir pekan lalu. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa jumlah wilayah yang terdampak banjir terus bertambah, hingga pagi ini mencapai 109 Rukun Tetangga (RT).
Akibat banjir yang belum juga surut, sebanyak 856 warga masih mengungsi di berbagai lokasi penampungan darurat. Wilayah terdampak meliputi Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan sebagian kecil Jakarta Utara.
Wilayah Terdampak Terparah
Menurut data BPBD, sejumlah lokasi yang terendam antara lain:
- Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur
- Kelurahan Jati Padang, Jakarta Selatan
- Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat
- Kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara
Ketinggian air di beberapa titik mencapai 30 cm hingga lebih dari 2 meter, terutama di wilayah dekat bantaran sungai dan permukiman padat. Tim gabungan dari BPBD, Dinas Sosial, dan relawan sudah disiagakan di lapangan untuk melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan logistik.
Lokasi Pengungsian dan Bantuan
BPBD telah mendirikan posko-posko pengungsian sementara di beberapa titik seperti:
- SDN Kampung Melayu 01 & 02
- Masjid Al-Ridwan, Jati Padang
- Aula Kelurahan Bidara Cina
- Gor Tanah Merdeka, Cakung
Selain tempat tinggal sementara, para pengungsi juga menerima bantuan makanan siap saji, selimut, air bersih, dan layanan medis. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan PMI dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.
Penyebab dan Upaya Penanganan
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi dan peningkatan debit air sungai, terutama Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan.
“Sejumlah pompa air juga telah diaktifkan secara maksimal. Namun curah hujan yang ekstrem dalam waktu singkat menyebabkan air meluap di beberapa titik rendah,” ujarnya.
Pemerintah juga terus memantau potensi banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi resmi dari BPBD melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) atau media sosial.
Harapan Warga
Sejumlah warga yang masih bertahan di pengungsian berharap agar air segera surut dan bantuan dapat terus mengalir. Banyak dari mereka yang belum bisa kembali karena rumah mereka masih tergenang dan peralatan rumah tangga rusak.
“Saya dan keluarga baru dua hari di pengungsian, tapi belum bisa pulang karena rumah masih terendam sampai lutut. Semoga ada bantuan untuk bersih-bersih nanti,” ujar Andini, warga Jati Padang.
