Bandung – Provinsi Jawa Barat kembali mencatatkan pencapaian yang membanggakan di sektor ekonomi. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Fakta ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dalam kunjungan kerjanya ke Bandung, Senin (15/7/2025).
Menurut Mendagri, capaian tersebut menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki kekuatan ekonomi yang sangat potensial, terutama ditopang oleh kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.
“SDM Jawa Barat sangat besar dan produktif. Ini adalah aset luar biasa yang harus dimanfaatkan maksimal untuk mendorong pembangunan dan daya saing daerah,” ujar Tito.
Pertumbuhan Ekonomi Melewati Nasional
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional saat ini berada di angka sekitar 5,02%, sedangkan Jawa Barat mencatatkan angka pertumbuhan sekitar 5,45%. Angka ini menempatkan Jabar sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Beberapa sektor unggulan yang berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi Jabar antara lain adalah industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, teknologi informasi, dan ekonomi kreatif. Selain itu, sektor pertanian dan UMKM juga menunjukkan perkembangan positif, khususnya pascapandemi COVID-19.
SDM Sebagai Pilar Pembangunan
Mendagri menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak cukup hanya ditopang oleh investasi dan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan SDM yang mumpuni. Ia mendorong Pemprov Jabar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, pelatihan kerja, dan pengembangan skill digital di kalangan generasi muda.
“Pemerintah pusat mendorong daerah untuk fokus pada pembangunan manusia. Bukan hanya membangun jalan, tapi juga membangun kecerdasan dan keterampilan masyarakatnya,” tegas Tito.
Pemerataan dan Inklusi Ekonomi
Selain itu, Mendagri juga mengingatkan pentingnya pemerataan ekonomi. Ia berharap pertumbuhan yang dicapai Jawa Barat tidak hanya dirasakan di kota-kota besar seperti Bandung, Bekasi, dan Bogor, tetapi juga di wilayah perdesaan dan kawasan tertinggal.
“Pemerataan adalah kunci keadilan pembangunan. SDM di desa pun harus mendapat akses pendidikan dan kesempatan ekonomi yang sama,” lanjutnya.
Respon Pemprov Jawa Barat
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Tenaga Kerja, menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah, termasuk dalam pengembangan ekosistem digital, pelatihan vokasi, serta dukungan terhadap startup dan pelaku UMKM lokal.
“Kami terus mendorong inovasi, membuka akses pelatihan kerja, dan mempercepat digitalisasi ekonomi agar masyarakat Jabar bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujar perwakilan Pemprov.
Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang positif, kekuatan SDM yang besar, serta dukungan kebijakan pusat dan daerah, Jawa Barat dinilai berpeluang besar menjadi motor penggerak ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.
