Bandung, HarianJabar – Dalam beberapa minggu terakhir, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami peningkatan signifikan di sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat. Dinas Kesehatan Jawa Barat menyampaikan bahwa peningkatan ini disebabkan oleh perubahan cuaca ekstrem, kualitas udara yang memburuk, serta penurunan daya tahan tubuh masyarakat pasca musim pancaroba.
Data yang dihimpun dari berbagai rumah sakit dan puskesmas menunjukkan bahwa jumlah pasien ISPA meningkat hingga 25% dibandingkan bulan sebelumnya. Wilayah yang paling terdampak antara lain Kota Bandung, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bogor.
“Kondisi cuaca yang tidak menentu dan polusi udara akibat kemacetan serta aktivitas industri turut memperburuk situasi. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan saluran pernapasan,” ujar dr. Lestari, Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Jawa Barat.
Gejala ISPA yang paling umum meliputi:
Batuk kering atau berdahak
Pilek dan bersin
Sakit tenggorokan
Demam ringan hingga tinggi
Sesak napas (pada kondisi berat)
Dokter Lestari menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat, karena ISPA yang tidak diobati dapat berkembang menjadi pneumonia atau gangguan pernapasan lainnya yang lebih serius, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta.
Sebagai langkah preventif, pemerintah daerah telah mengambil sejumlah langkah, seperti:
Pembagian masker gratis di fasilitas umum dan sekolah
Kampanye PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
Penyemprotan disinfektan di kawasan padat penduduk
Penyuluhan kesehatan melalui media sosial dan posyandu
Masyarakat juga diimbau untuk menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Jika mengalami gejala ISPA, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat agar bisa ditangani dengan cepat,” tambah dr. Lestari.
Dengan kesadaran bersama dan langkah antisipatif yang tepat, penyebaran ISPA di Jawa Barat diharapkan dapat ditekan, dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan sehat.
