Bekasi – Hujan deras yang mengguyur kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Kamis (10/7/2025), kembali menyebabkan banjir di underpass kawasan industri MM2100. Namun, banjir kali ini menarik perhatian warga lantaran air yang menggenangi jalanan terlihat sangat jernih dan bening, tak seperti genangan pada umumnya yang keruh dan berlumpur.
Genangan air setinggi hampir 1 meter tersebut membuat jalur underpass tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor. Pengendara yang terlanjur memasuki jalur tersebut akhirnya memilih putar balik demi menghindari risiko mogok.
“Baru kali ini saya lihat banjir kayak gini. Airnya bening, malah kayak kolam renang. Tapi tetap saja, enggak bisa dilalui,” ujar Andi (35), pengendara motor asal Cikarang.
Fenomena unik ini membuat warga dan pengguna jalan penasaran. Banyak yang berhenti sejenak untuk mengambil foto atau merekam video genangan tersebut. Tak butuh waktu lama, unggahan-unggahan soal “banjir bening” ini pun viral di media sosial.
Air Bening, Tapi Tetap Bahaya
Meski air terlihat jernih, kondisi underpass tetap membahayakan pengendara. Air yang menggenang menutupi marka jalan dan lubang-lubang kecil di aspal yang bisa membahayakan pengendara roda dua. Tak sedikit pengguna jalan yang nyaris terjebak karena mengira genangan tidak terlalu dalam.
“Karena bening, banyak yang sangka dangkal. Pas dilalui, baru sadar dalem banget. Untung cepat putar balik,” kata Rizky, pengemudi ojek online.
Banjir di underpass MM2100 bukanlah kejadian baru. Hampir setiap hujan deras mengguyur kawasan industri tersebut, genangan selalu muncul. Namun, air yang biasanya berwarna kecokelatan dan penuh lumpur, kali ini tampak seperti air kolam renang. Belum diketahui secara pasti penyebab kejernihan air tersebut.
Saluran Drainase Diduga Tak Berfungsi Maksimal
Banjir di kawasan MM2100 kerap dikaitkan dengan buruknya sistem drainase. Air hujan yang tidak mengalir lancar tertahan di bagian jalan yang lebih rendah, terutama underpass, sehingga menyebabkan genangan cukup tinggi dalam waktu cepat.
Hingga berita ini diturunkan, belum tampak adanya petugas dari dinas terkait yang menangani atau mengeruk genangan air di lokasi. Sejumlah warga berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun pengelola kawasan industri terhadap persoalan banjir ini.
“MM2100 itu kawasan industri besar, banyak truk dan mobil karyawan yang lewat sini. Tapi tiap hujan pasti banjir. Kayaknya drainasenya memang enggak kuat nampung air hujan,” tutur Anton, warga sekitar.
