BANDUNG – Banyak pengendara di Kota Bandung mulai mengeluhkan lamanya waktu tunggu di sejumlah lampu lalu lintas, terutama di titik-titik persimpangan besar. Salah satu yang paling dikeluhkan adalah lampu merah di perempatan Jalan Soekarno-Hatta – Buah Batu, yang disebut-sebut sebagai salah satu yang paling lama durasinya di Bandung.
Waktu tunggu yang bisa mencapai hingga 300 detik atau 5 menit, membuat banyak pengendara kehilangan kesabaran. Tak sedikit yang mengaku memilih memutar arah atau bahkan berhenti sejenak di pinggir jalan ketimbang menunggu terlalu lama di bawah terik matahari atau saat jam sibuk.
“Berasa Ngantre Vaksin!”
Dani (32), pengendara motor asal Kiaracondong, mengatakan bahwa ia lebih memilih memutar arah lewat jalan tikus daripada harus menunggu lama di lampu merah tersebut.
“Kalau pas jam 5 sore, nunggu di situ tuh kayak ngantri vaksin zaman pandemi. Panjang, panas, dan nggak maju-maju,” ujarnya sambil tertawa, Sabtu (13/7/2025).
Keluhan juga datang dari pengemudi ojek online. Mereka menyebut durasi lampu merah terlalu lama membuat waktu tempuh antar pesanan menjadi molor. Beberapa pelanggan pun ikut mengeluh karena keterlambatan pengantaran.
Warga: Macetnya Makin Gila, Tapi Lampu Merah Malah Bikin Tambah Padat
Persimpangan Soekarno-Hatta – Buah Batu memang menjadi salah satu titik lalu lintas tersibuk di Bandung. Dengan volume kendaraan tinggi dan padatnya perumahan serta pusat usaha di sekitarnya, durasi lampu merah di lokasi ini dianggap justru memperparah kemacetan, alih-alih mengatur lalu lintas lebih efisien.
“Harusnya bisa dikaji lagi durasinya. Kalau terlalu lama, kendaraan malah numpuk. Apalagi kalau ada yang mogok, ya sudah—macet total,” keluh Winda (29), warga Margacinta.
Dishub Bandung: Durasi Sudah Sesuai Simulasi
Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menjelaskan bahwa pengaturan durasi lampu lalu lintas di titik-titik sibuk seperti Buah Batu telah melalui simulasi berdasarkan volume kendaraan dan waktu puncak.
“Kami memang memperpanjang durasi lampu merah di titik tertentu karena harus memberi kesempatan arus dari arah lain yang juga padat. Tapi kami tetap terbuka terhadap evaluasi, termasuk melalui laporan masyarakat,” ujar Kadishub Bandung, R. Yudi Nur.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan pengujian sistem manajemen lalu lintas berbasis sensor dan AI yang dapat menyesuaikan waktu lampu secara real-time, namun proyek ini masih dalam tahap uji coba.
Harapan Pengendara: Efisien dan Adil
Para pengguna jalan berharap Dishub tidak hanya mengatur lampu berdasarkan arus dominan, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan psikologis pengguna jalan.
“Kadang bukan cuma soal waktu, tapi rasa kesal juga. Kita butuh sistem yang adil dan cerdas, bukan cuma hitungan detik,” kata Fahmi, pengendara roda empat yang setiap hari melewati perempatan tersebut.
