Jakarta —
Timnas Brunei Darussalam menelan kekalahan telak 0-8 dari Timnas Indonesia U-19 dalam laga Grup A Piala AFF U-19 2025 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Selasa malam (15/7). Meski dibantai tanpa perlawanan berarti, pelatih kepala Brunei tetap menanggapi hasil tersebut dengan tenang dan mengaku tidak terlalu khawatir.
Laga berjalan dominan untuk skuad Garuda Muda sejak peluit awal dibunyikan. Indonesia berhasil unggul cepat lewat gol Arjuna Tri Wahyudi pada menit ke-6, disusul rentetan gol dari Marselino Ferdinan, Alfriyanto Nico, dan Arkhan Kaka. Indonesia tampil menggila sepanjang 90 menit, memperlihatkan kedalaman skuad dan intensitas permainan yang jauh berada di atas lawan.
Namun di sisi lain, pelatih Timnas Brunei U-19, Rosanan Samak, menyebut bahwa kekalahan ini adalah bagian dari proses pembelajaran. Ia menyampaikan bahwa target utama tim bukanlah menang melawan tim-tim unggulan, melainkan meningkatkan kualitas dan mental bertanding para pemain muda.
“Kami tahu Indonesia sangat kuat dan bermain di kandang sendiri. Ini bukan hasil yang kami inginkan, tapi kami tidak khawatir. Ini adalah bagian dari proses membangun tim,” ujar Rosanan dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Pelatih berusia 48 tahun itu mengaku telah memprediksi hasil buruk karena anak asuhnya belum memiliki pengalaman bermain di level kompetisi seketat ini. Ia menekankan pentingnya evaluasi dan memberikan menit bermain kepada seluruh pemain sebagai investasi jangka panjang sepak bola Brunei.
Brunei kini menjadi juru kunci klasemen sementara Grup A dengan nol poin dan selisih gol minus dua digit. Meski harapan untuk lolos ke babak selanjutnya hampir tertutup, pelatih Rosanan tetap optimistis dengan perkembangan pemain-pemain mudanya.
“Kami akan terus belajar dari pertandingan ini. Tujuan utama kami bukan turnamen ini saja, tapi membentuk fondasi kuat untuk masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, kemenangan besar ini menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia U-19 untuk menghadapi laga-laga berat di sisa grup. Pelatih Indonesia, Indra Sjafri, memuji determinasi anak asuhnya namun tetap mengingatkan agar tidak cepat puas.
Pertandingan selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Timnas Vietnam yang juga tampil impresif di laga pembuka. Duel ini diprediksi akan menjadi penentu siapa yang akan keluar sebagai juara grup.
