Kuningan – Kematian tragis seorang bayi di RSUD Linggajati, Kabupaten Kuningan, kini memasuki babak hukum. Kepolisian setempat tengah menyelidiki kasus ini usai adanya laporan dari pihak keluarga pasien yang menduga adanya kelalaian dalam proses penanganan medis.
Peristiwa memilukan ini terjadi beberapa hari lalu saat korban, seorang ibu muda, menjalani proses persalinan di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Bayi yang dilahirkan disebut mengalami gangguan kesehatan sesaat setelah lahir dan akhirnya meninggal dunia.
Pihak keluarga merasa tidak puas dengan penanganan yang diberikan oleh tenaga medis. Mereka menilai ada keterlambatan dalam tindakan medis serta komunikasi yang kurang transparan selama proses berlangsung.
“Kami hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kalau memang ada kelalaian, kami minta keadilan,” ujar salah satu anggota keluarga korban kepada wartawan, Selasa (15/7/2025).
Polisi Periksa Dokter Kandungan
Menyusul laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polres Kuningan telah memanggil dan memeriksa sejumlah pihak, termasuk dokter spesialis kandungan yang menangani langsung proses persalinan.
“Kami sudah mulai proses klarifikasi. Dokter spesialis dan beberapa tenaga medis sedang kami mintai keterangan. Penyelidikan ini kami lakukan secara profesional dan transparan,” kata Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Heru Wicaksono.
Selain dokter, polisi juga memeriksa rekam medis, catatan prosedur tindakan, dan mendalami hasil observasi dari tim medis terhadap kondisi bayi selama dan setelah proses persalinan.
Belum Ada Pernyataan Resmi dari RSUD
Hingga berita ini diturunkan, manajemen RSUD Linggajati belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut. Namun, pihak rumah sakit melalui Humas menyatakan akan bersikap kooperatif terhadap proses penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian.
“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan siap memberikan akses informasi kepada penyidik. Saat ini kami fokus pada evaluasi internal,” ujar perwakilan RSUD Linggajati singkat.
Masyarakat Minta Transparansi
Kasus ini menyita perhatian publik, khususnya masyarakat Kabupaten Kuningan. Banyak yang berharap kejadian ini diusut tuntas agar tidak terjadi kembali kasus serupa di fasilitas kesehatan lainnya. Kasus ini juga menyoroti pentingnya standar pelayanan medis dan hak-hak pasien di rumah sakit publik.
