Bekasi, Mata4.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi terus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga melalui berbagai metode kontrasepsi permanen, seperti vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP) dan tubektomi atau Metode Operasi Wanita (MOW).
Kepala DPPKB Kota Bekasi, Kusnanto Saidi, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, capaian program kontrasepsi permanen yang dibiayai dari dana pemerintah pusat mencatat sebanyak 88 akseptor. Rinciannya, 24 akseptor menjalani vasektomi (MOP) dan 64 akseptor menjalani tubektomi (MOW).
Menurut Kusnanto, program keluarga berencana saat ini tidak lagi semata-mata berfokus pada jumlah anak, seperti slogan lama “dua anak cukup”. Kini, orientasi keluarga berencana lebih menekankan pada pembentukan keluarga yang berkualitas.
“Kalau dulu kampanye keluarga berencana identik dengan dua anak cukup. Sekarang pola pikirnya lebih kepada bagaimana membentuk keluarga yang berkualitas,” kata Kusnanto.
Ia menjelaskan, kualitas keluarga dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti kemampuan orang tua dalam memberikan pendidikan yang layak kepada anak, pemenuhan kebutuhan kesehatan, hingga jaminan sosial bagi seluruh anggota keluarga.
“Walaupun memiliki anak lebih dari dua, yang terpenting adalah bagaimana keluarga itu tetap berkualitas. Misalnya dari segi pendidikan anak, akses terhadap layanan kesehatan, dan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.
Kusnanto juga menegaskan bahwa keputusan untuk menjalani vasektomi maupun tubektomi sepenuhnya merupakan hak pribadi masing-masing individu atau pasangan. Pemerintah, kata dia, tidak memaksakan masyarakat untuk mengikuti metode kontrasepsi tertentu.
Menurutnya, peran pemerintah hanya sebatas memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pilihan program keluarga berencana, termasuk manfaat dari kontrasepsi jangka panjang maupun permanen.
“Pemerintah hanya melakukan sosialisasi di masyarakat. Untuk memutuskan apakah seseorang ingin melakukan vasektomi atau tidak, itu kembali kepada hak masing-masing orang,” tegasnya.
Melalui pendekatan edukasi tersebut, DPPKB Kota Bekasi berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga yang matang sehingga mampu menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas di masa depan.
