Athena, Yunani — Gelombang kebakaran hutan besar kembali melanda Yunani. Kali ini, kebakaran menghanguskan sebagian besar wilayah di Pulau Andros, bagian dari Kepulauan Cyclades, pada akhir pekan lalu. Pemerintah menyatakan lebih dari separuh area pulau terdampak api, dengan kerusakan signifikan pada lahan hutan dan permukiman warga.
Kebakaran yang dipicu suhu tinggi dan angin kencang ini memaksa ribuan penduduk dan wisatawan meninggalkan rumah dan penginapan mereka. Tim pemadam kebakaran dikerahkan dari daratan utama, sementara pesawat pemadam air terus melakukan penyemprotan dari udara.
Evakuasi Massal dan Upaya Penanggulangan
Kementerian Perlindungan Sipil Yunani menyebutkan bahwa evakuasi telah dilakukan secara cepat untuk menghindari korban jiwa. Belum ada laporan korban meninggal dunia, namun sejumlah warga dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat asap tebal.
“Situasinya sangat sulit. Api menyebar dengan cepat dan kami berjuang agar tidak mencapai area permukiman padat,” ujar seorang petugas pemadam dalam wawancara dengan media lokal.
Lebih dari 150 petugas dikerahkan, dibantu relawan, helikopter, dan pesawat pemadam kebakaran.
Perubahan Iklim Dituding Jadi Pemicu
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis dalam pernyataannya mengaitkan frekuensi kebakaran hebat ini dengan dampak krisis iklim. “Kita harus mengakui bahwa perubahan iklim membuat musim panas semakin ekstrem. Kami perlu memperkuat sistem mitigasi bencana,” tegasnya.
Yunani dalam beberapa tahun terakhir memang mengalami peningkatan jumlah dan intensitas kebakaran hutan selama musim panas, terutama akibat suhu tinggi dan kekeringan yang berkepanjangan.
Solidaritas dan Bantuan Internasional
Sejumlah negara Uni Eropa telah menyampaikan kesiapan untuk membantu Yunani jika diperlukan, termasuk pengiriman tim pemadam tambahan. Warga lokal juga saling bahu-membahu menyelamatkan barang dan membantu evakuasi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
