Jakarta, Harianjabar.com — Pemerintah melalui Kementerian Investasi/BKPM melaporkan capaian positif pada semester pertama tahun 2025, dengan nilai investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp942 triliun. Angka ini menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dan menyumbang serapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di berbagai sektor.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut, pencapaian ini tidak terlepas dari iklim investasi yang semakin kondusif, penyederhanaan perizinan, serta peran aktif pemerintah dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi.
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
“Alhamdulillah, realisasi investasi semester I tahun ini menunjukkan optimisme dan kepercayaan investor terhadap Indonesia. Yang paling penting, investasi ini juga menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung,” kata Bahlil dalam konferensi pers, Senin (29/7).
Investasi Asing dan Domestik Tumbuh Seimbang
Dari total Rp942 triliun tersebut, sekitar Rp498,2 triliun berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA), sementara sisanya berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Provinsi dengan kontribusi investasi tertinggi antara lain Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah.
Sektor utama yang menjadi tujuan investasi meliputi industri logam dasar, transportasi & pergudangan, energi baru dan terbarukan (EBT), serta sektor digital dan manufaktur.
Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah
Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong investasi agar tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, melainkan juga menyebar ke wilayah Indonesia timur. Penerapan transformasi ekonomi hijau, proyek hilirisasi, dan pembangunan kawasan industri di luar Jawa menjadi fokus utama ke depan.
“Pemerintah ingin memastikan investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di daerah. Jadi bukan hanya angka besar, tapi juga lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal,” tegasnya.
