Bekasi, Harianjabar.com — Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh aksi kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bekasi dilaporkan menjadi korban penganiayaan yang terjadi di dalam kelas saat proses belajar berlangsung.
Peristiwa ini terjadi pada pekan terakhir bulan Juli 2025 dan langsung memicu perhatian luas setelah video dan foto korban beredar di media sosial. Dalam video tersebut, tampak korban mengalami luka serius di bagian wajah dan tubuhnya.
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi dan rekan korban, insiden bermula saat terjadi adu argumen antara korban dan pelaku, yang merupakan sesama siswa. Namun, situasi memanas hingga pelaku diduga melakukan kekerasan fisik terhadap korban secara brutal di hadapan teman-temannya di dalam kelas.
“Saya tidak menyangka akan separah itu. Tiba-tiba dia dipukul dan didorong, bahkan sempat terbentur meja,” ujar salah satu siswa yang enggan disebut namanya.
Korban Alami Luka Serius
Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban mengalami luka memar di bagian wajah dan kepala, serta sempat dirawat di rumah sakit untuk observasi lebih lanjut. Trauma psikologis juga dialami oleh korban akibat kejadian tersebut.
“Kami sangat terpukul. Sekolah seharusnya jadi tempat belajar, bukan tempat anak kami disakiti,” ujar ayah korban kepada awak media.
Tanggapan Sekolah dan Polisi
Kepala sekolah SMK terkait mengaku prihatin dan menyesalkan peristiwa ini. Pihak sekolah juga menyatakan telah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian serta memberikan pendampingan kepada korban dan pelaku.
“Kami sedang melakukan investigasi internal. Proses belajar sempat dihentikan sementara di kelas tersebut,” kata kepala sekolah.
Sementara itu, Polres Metro Bekasi Kota melalui Kanit Reskrim menyampaikan bahwa laporan sudah diterima dan pihaknya sedang memeriksa sejumlah saksi serta barang bukti.
“Kami akan menindak sesuai hukum yang berlaku, termasuk jika ada unsur kelalaian dari pihak sekolah,” tegasnya.
Ajakan Waspada dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah
Pakar pendidikan menilai kasus ini sebagai alarm bagi semua pihak, bahwa pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah harus diperkuat. Pengawasan, komunikasi antar siswa, guru, dan orang tua harus dibangun lebih intensif.
“Pendidikan bukan hanya soal akademik, tapi juga pembentukan karakter dan keamanan siswa,” ujar psikolog pendidikan, Rina Puspita, M.Psi.
