Jakarta, HarianJabar.com— 2 Agustus 2025 Publik dibuat heboh setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengumumkan pemblokiran lebih dari 31 juta rekening nganggur (rekening tidak aktif) di berbagai lembaga keuangan. Kebijakan ini langsung menuai kontroversi, hingga akhirnya dicabut sementara setelah viral dan menuai protes di media sosial.
Langkah ini awalnya dimaksudkan untuk mendukung penertiban sistem keuangan digital dan mencegah potensi penyalahgunaan, terutama terkait rekening tidur yang kerap digunakan dalam skema kejahatan siber dan pencucian uang.
Namun, informasi yang kurang jelas ke publik dan ketidaksiapan sejumlah bank dalam menjelaskan status rekening membuat banyak nasabah merasa panik.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?
PPATK menyatakan bahwa rekening yang diblokir merupakan bagian dari program pengawasan terhadap transaksi mencurigakan, khususnya rekening yang tidak menunjukkan aktivitas selama lebih dari 18 bulan. Namun, beberapa pemilik rekening aktif mengaku terimbas secara tidak langsung, yang memicu kemarahan di media sosial.
“Kami tidak pernah berniat mengganggu rekening masyarakat aktif. Evaluasi langsung dilakukan begitu ada kegaduhan,” ujar Ivan Yustiavandana, Kepala PPATK.
Viral di Medsos, PPATK Ambil Langkah Cepat
Tagar seperti #RekeningDiblokir dan #PPATK31Juta sempat menjadi trending topic nasional. Banyak warganet mengeluhkan tidak bisa mengakses rekening digital, terutama yang digunakan untuk transaksi kecil seperti dompet digital dan marketplace.
Merespons kegaduhan ini, PPATK menyatakan telah mencabut kebijakan pemblokiran massal dan akan menerapkan pendekatan yang lebih selektif serta transparan, bekerja sama dengan OJK dan pihak bank.
PPATK Janji Evaluasi dan Perbaikan
PPATK menegaskan bahwa penertiban tetap akan dilakukan demi menjaga keamanan sistem keuangan nasional, tetapi kini akan dilakukan dengan filter yang lebih ketat dan sosialisasi lebih masif.
“Prinsip kehati-hatian akan dikedepankan. Namun perlindungan terhadap nasabah tetap jadi prioritas,” tambah Ivan.
