Bandung, HarianJabar – Kota Bandung mencatat jumlah kasus HIV tertinggi di Jawa Barat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung, hingga Januari 2025 terdapat 9.784 orang dengan HIV.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, menyebut angka ini meningkat seiring dengan masifnya pemeriksaan HIV di fasilitas layanan kesehatan.
“Kenaikan jumlah kasus bukan semata karena penularan, tetapi lebih pada keberhasilan deteksi dini. Layanan tes kini lebih luas dan mudah diakses,” ujar Sony, Senin (25/8/2025).
Selain itu, data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mencatat peningkatan konsisten dalam lima tahun terakhir. Bahkan, sepanjang Januari–Mei 2025, Provinsi Jawa Barat mencatat tambahan 3.906 kasus HIV baru dan 1.035 kasus AIDS.

Meski jumlah kasus terus bertambah, Dinkes menyebut 65 persen atau sekitar 6.370 orang dengan HIV (ODHIV) telah menjalani pengobatan antiretroviral (ARV). Sementara itu, 35 persen lainnya masih belum terpantau secara rutin.
Untuk menekan kasus baru, Dinas Kesehatan Kota Bandung bersama Pemprov Jabar memperluas program “Test and Treat”, layanan skrining, konseling, serta edukasi kesehatan reproduksi. Upaya ini juga ditujukan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.
Sony menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir berinteraksi sosial dengan pengidap HIV.
“HIV tidak menular melalui berjabat tangan, makan bersama, atau aktivitas sosial lainnya. Penularan hanya terjadi melalui hubungan seksual tanpa kondom, penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah tidak aman, serta dari ibu ke anak tanpa intervensi medis,” jelasnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri. Dengan deteksi dini dan pengobatan yang teratur, ODHIV dapat hidup sehat dan tetap produktif.
