Jakarta, HarianJabar.com 8 September 2025 — Telur dikenal sebagai sumber protein hewani yang terjangkau dan bergizi tinggi. Namun, masih banyak orang yang bertanya-tanya: apa dampaknya jika makan telur setiap hari? Terutama bagi kadar kolesterol dalam tubuh?
Pertanyaan ini penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kolesterol tinggi atau sedang menjalani pola makan sehat.

Kandungan Gizi Telur
Satu butir telur mengandung sekitar:
- 6–7 gram protein
- 5 gram lemak total
- 186 mg kolesterol (terutama di bagian kuning telur)
- Vitamin B12, D, A, dan kolin yang penting untuk fungsi otak
Karena kandungan kolesterolnya cukup tinggi, konsumsi telur harian sering menjadi perdebatan di kalangan ahli gizi dan medis.
Apa Kata Penelitian?
Sejumlah studi modern menunjukkan bahwa makan 1 telur per hari tidak secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung pada orang yang sehat.
Salah satu studi besar yang dimuat di jurnal BMJ (British Medical Journal) menyebutkan bahwa:
“Konsumsi hingga satu telur per hari tidak berhubungan langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung pada mayoritas populasi, kecuali bagi penderita diabetes tipe 2 atau kolesterol tinggi yang tidak terkontrol.”
Namun, penting dicatat bahwa respons tubuh terhadap kolesterol makanan berbeda-beda. Pada sebagian orang (disebut “hyper-responders”), kolesterol darah bisa meningkat lebih tajam.
Dampak Positif dan Negatif
Dampak Positif Makan Telur Setiap Hari:
- Mendukung pertumbuhan otot karena kaya protein
- Menjaga kesehatan mata (mengandung lutein dan zeaxanthin)
- Menutrisi otak dengan kolin
- Memberi rasa kenyang lebih lama
Dampak Potensial (Jika Berlebihan):
- Peningkatan kolesterol LDL (“jahat”) bagi sebagian orang
- Risiko tinggi bila dikonsumsi bersama makanan tinggi lemak jenuh (seperti daging olahan atau gorengan)
- Tidak dianjurkan makan lebih dari 1–2 butir per hari bagi yang memiliki kolesterol tinggi
Amankah Makan Telur Setiap Hari?
Jawabannya: Aman untuk kebanyakan orang, asalkan dikonsumsi dengan cara yang sehat (direbus, bukan digoreng) dan tidak berlebihan.
Bagi penderita kolesterol tinggi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Bisa saja Anda tetap boleh makan telur, tetapi dengan jumlah terbatas dan tanpa kuningnya.
