Jakarta,HarianJabar.com – 9 September 2025 Harga minyak mentah dunia kembali menunjukkan tren kenaikan pada perdagangan hari ini, setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi ini terjadi di tengah keputusan OPEC+ yang memilih untuk menaikkan produksi secara moderat guna menyeimbangkan pasokan dan permintaan global.

Kenaikan Harga Minyak
Harga minyak Brent, patokan internasional, naik sekitar 1,8% ke level US$85,50 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat sekitar 1,5% menjadi US$81,20 per barel. Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi pasar bahwa permintaan minyak global akan terus membaik, terutama dari negara-negara berkembang.
Strategi OPEC+ dalam Produksi
Kelompok produsen minyak utama dunia, OPEC+, mengumumkan peningkatan produksi sekitar 200.000 barel per hari pada pertemuan terakhirnya. Namun, angka ini dianggap moderate karena OPEC+ berusaha menjaga keseimbangan pasar agar harga tidak jatuh drastis akibat pasokan berlebihan.
Jubir OPEC+ menyatakan, “Kami berkomitmen untuk memastikan stabilitas pasar minyak dengan penyesuaian produksi yang hati-hati dan terukur.”
Faktor Pendukung Pasar Minyak
- Pemulihan Ekonomi Global: Aktivitas industri dan transportasi yang meningkat setelah fase pandemi menjadi pendorong utama permintaan minyak.
- Ketegangan Geopolitik: Situasi politik di beberapa negara produsen minyak turut mempengaruhi sentimen pasar.
- Investasi Energi Terbarukan: Meskipun ada dorongan ke energi hijau, minyak masih menjadi kebutuhan utama untuk beberapa sektor industri dan transportasi.
Dampak bagi Indonesia
Sebagai negara importir minyak, kenaikan harga minyak mentah ini berdampak pada biaya energi nasional dan potensi inflasi. Pemerintah dan pelaku industri diharapkan dapat memantau perkembangan harga dan menyiapkan strategi untuk mengantisipasi fluktuasi harga minyak dunia.
