Bangkok, HarianJabar.com – Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, kembali menjadi sorotan setelah resmi dijebloskan ke penjara terkait sejumlah kasus hukum yang menjeratnya. Perkembangan ini langsung mendapat tanggapan dari Danantara, salah satu figur politik yang dikenal dekat dengan lingkaran kekuasaan Thailand.

Thaksin, yang pernah menjabat sebagai PM Thailand pada awal 2000-an, divonis bersalah dalam kasus penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Setelah sekian lama berada di luar negeri, ia akhirnya kembali ke Thailand dan harus menjalani hukuman yang sudah diputuskan pengadilan.
Danantara menilai proses hukum yang dijalani Thaksin merupakan bagian dari perjalanan panjang demokrasi di Thailand.
“Kasus Thaksin menunjukkan bagaimana hukum berlaku bagi siapa pun, termasuk mantan kepala pemerintahan. Namun, kita juga harus memastikan proses ini tetap adil dan transparan,” ujarnya, Rabu (10/09/2025).
Menurutnya, meski Thaksin kini mendekam di penjara, pengaruh politiknya belum sepenuhnya hilang. Basis pendukung loyal Thaksin di sejumlah wilayah Thailand disebut masih kuat, dan bisa menjadi faktor penting dalam dinamika politik ke depan.
Sejumlah analis politik menilai langkah hukum terhadap Thaksin akan membawa konsekuensi besar. Di satu sisi, hal ini dianggap mempertegas komitmen pemerintah Thailand terhadap pemberantasan korupsi. Namun di sisi lain, ketegangan politik bisa meningkat jika keputusan ini dianggap sarat kepentingan.
Masyarakat Thailand kini menunggu bagaimana proses hukum ini akan dijalankan, serta apakah pengaruh Thaksin tetap mampu mengguncang stabilitas politik di Negeri Gajah Putih.
