Bandung, HarianJabar.com – Di usia senjanya, Udan (68), seorang pensiunan guru SD asal Sleman, justru menemukan kembali gairah hidup melalui hal yang sederhana namun penuh makna: membuat angka dan huruf dari kayu.
Di teras rumahnya yang teduh, Udan setiap pagi duduk dengan penuh kesabaran, memahat potongan kayu menjadi huruf-huruf alfabet dan angka. Hasil karyanya kemudian ia cat dengan warna-warna cerah, menyerupai mainan edukatif yang biasa digunakan anak-anak di sekolah dasar.

“Dulu waktu mengajar, saya sering kehabisan media pembelajaran. Dari situ saya kepikiran bikin huruf-huruf sendiri dari kayu. Sekarang, setelah pensiun, kegiatan itu saya teruskan,” ujarnya sambil tersenyum.
Dari Hobi Jadi Aktivitas Harian
Awalnya, Udan membuat huruf dan angka kayu hanya untuk mengisi waktu luang. Namun, lambat laun, karyanya mulai dikenal tetangga, bahkan ada guru TK dan PAUD yang membeli buat media belajar.
Baginya, bukan soal keuntungan materi, melainkan rasa puas karena bisa tetap bermanfaat untuk pendidikan anak-anak.
“Saya senang sekali kalau lihat anak kecil belajar mengeja dari huruf yang saya buat. Rasanya hidup ini tetap berarti meski sudah tua,” kata Udan.
Filosofi di Balik Huruf dan Angka
Setiap huruf dan angka yang dipahat Udan seolah memiliki filosofi tersendiri. Huruf-huruf melambangkan ilmu yang tak pernah mati, sementara angka mencerminkan perjalanan hidup yang penuh hitungan waktu.
“Huruf mengajarkan kita membaca dunia, angka mengajarkan kita menghitung umur. Kalau keduanya digabung, jadilah pelajaran hidup,” tutur Udan dengan mata berbinar.
Dukungan Keluarga dan Lingkungan
Istri dan anak-anak Udan mendukung penuh aktivitas kreatif ini. Bahkan cucu-cucunya sering ikut membantu mengecat huruf-huruf kayu, menjadikan aktivitas tersebut sebagai ajang kebersamaan keluarga.
Tetangga pun merasa bangga karena karya sederhana dari tangan Udan bisa menjadi sarana belajar generasi baru di lingkungan mereka.
Menolak Sepi di Usia Senja
Udan percaya bahwa masa pensiun bukan akhir dari produktivitas. Justru di usia tua, manusia harus tetap aktif agar tubuh dan pikiran tetap sehat.
“Kalau saya hanya diam, rasanya cepat sakit. Tapi dengan bikin huruf dan angka kayu ini, saya merasa tetap hidup, tetap berguna,” katanya.
Inspirasi untuk Banyak Orang
Kisah Udan menjadi inspirasi bahwa usia senja bukan penghalang untuk berkarya. Dari sepotong kayu, ia mengukir makna hidup, mengajarkan bahwa kesederhanaan pun bisa menjadi warisan berharga.
“Kalau tidak bisa meninggalkan harta, tinggalkanlah manfaat,” ucap Udan lirih.
