Garut, HarianJabar.com – Sebanyak 115 warga Kabupaten Garut harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami gejala keracunan massal usai menyantap hidangan dari sebuah acara akikah. Kejadian ini sontak membuat geger masyarakat setempat, terutama karena jumlah korban terus bertambah.

Kronologi Kejadian
Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula dari acara akikah di salah satu rumah warga di Kecamatan Tarogong. Panitia acara menyediakan hidangan berupa nasi kotak dengan lauk daging kambing, sayur, sambal, dan minuman.
Tak lama setelah makanan dikonsumsi, sejumlah warga mulai mengeluhkan mual, muntah, pusing, hingga diare. Gejala tersebut dialami baik oleh tamu undangan maupun warga sekitar yang turut mendapatkan jatah makanan akikah.
Hingga Senin pagi, total ada 115 orang yang dilaporkan mengalami keracunan, dengan puluhan orang harus dirawat di puskesmas dan rumah sakit terdekat.
Penanganan Cepat Pemerintah
Kepala Dinas Kesehatan Garut, dr. Lia Partiasih, memastikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim kesehatan untuk menangani korban serta melakukan uji sampel makanan.
“Tim sudah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab. Dugaan sementara, ada kontaminasi bakteri karena makanan disimpan cukup lama di suhu ruang sebelum dibagikan,” jelas Lia.
Pihak puskesmas juga membuka posko darurat untuk melayani korban tambahan yang terus berdatangan.
Suasana Panik dan Kekhawatiran Warga
Sejumlah warga mengaku panik melihat banyaknya korban yang tiba-tiba jatuh sakit setelah menghadiri acara tersebut.
“Awalnya kami pikir hanya masuk angin, tapi makin lama makin banyak yang muntah dan lemas. Akhirnya dibawa ke puskesmas,” kata Suryati, salah satu warga.
Orang tua korban juga berharap pemerintah lebih tegas dalam mengawasi standar kebersihan makanan di acara hajatan atau akikah.
“Ini jadi pelajaran, jangan sampai ada korban lagi hanya karena makanan tidak dikelola dengan baik,” ujar Dedi, salah satu keluarga korban.
Kasus Keracunan Bukan Kali Pertama
Kasus keracunan massal akibat makanan hajatan memang kerap terjadi di berbagai daerah. Faktor penyimpanan makanan yang tidak sesuai standar, minimnya pengawasan, serta distribusi dalam jumlah besar kerap menjadi penyebab utama.
Ahli kesehatan masyarakat menyarankan agar makanan yang disajikan dalam acara besar selalu dipastikan higienis, tidak disimpan terlalu lama, dan sebaiknya didistribusikan dengan pengawasan ketat.
Harapan agar Kasus Tidak Terulang
Meski mayoritas korban sudah berangsur pulih, insiden ini meninggalkan trauma bagi sebagian warga. Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk mengusut tuntas penyebab pasti keracunan, sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati dalam memilih jasa katering atau pengolahan makanan hajatan.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami akan melakukan evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegas dr. Lia.
