Bandung, HarianJabar.com – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, menegaskan bahwa pengakuan lebih dari 150 negara terhadap Palestina merupakan kabar positif yang patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa hal itu belum cukup untuk menghentikan penderitaan rakyat Palestina yang masih terus berlangsung akibat pendudukan Israel.
Dalam keterangannya kepada awak media di Kantor Kedutaan Besar Palestina, Menteng, Jakarta, Selasa (30/9/2025), Zuhair menyampaikan bahwa dukungan internasional harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Rakyat Palestina, mereka seharusnya bebas, dan mereka seharusnya memimpin. Kami menghargai itu. Rakyat kami bahagia, para pemimpin kami, Presiden kami, bahagia akan hal itu. Tetapi pertanyaan saya untuk Anda semua, ini tidak cukup,” tegas Zuhair.

Implementasi Nyata Lebih Penting
Zuhair menilai pengakuan secara diplomatis hanyalah langkah awal. Tanpa langkah konkret di lapangan, status Palestina tetap terjebak dalam simbolisme.
“Negara-negara seharusnya bergerak di lapangan dan menuntut musuh kita, pendudukan itu, untuk ditarik mundur dan meninggalkan rumah itu,” lanjutnya.
Menurutnya, perjuangan Palestina bukan hanya soal legitimasi politik, melainkan juga soal kehidupan sehari-hari rakyat yang masih menghadapi blokade, pengusiran, dan kekerasan.
Dukungan Indonesia dan Dunia
Indonesia menjadi salah satu negara yang konsisten menyuarakan kemerdekaan Palestina di forum internasional. Dukungan tersebut sejalan dengan konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan.
Baca Juga:
bandung tempati urutan kelima kota terbesih di asean
Zuhair berharap, dengan semakin banyaknya pengakuan internasional, negara-negara sahabat termasuk Indonesia dapat terus mendorong langkah lebih konkret, baik melalui diplomasi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun tekanan politik dan ekonomi terhadap Israel.
Harapan untuk Generasi Palestina
Lebih jauh, Zuhair menekankan bahwa rakyat Palestina berhak menikmati kebebasan penuh di tanah mereka sendiri. “Kami hanya ingin hidup merdeka, memimpin tanah kami, dan membangun masa depan generasi Palestina dengan damai,” ujarnya.
Meski penuh tantangan, ia menegaskan tekad rakyat Palestina tidak akan surut. Dukungan global diharapkan tidak berhenti pada pengakuan diplomatik, melainkan benar-benar menghadirkan keadilan yang nyata.
