Bekasi, HarianJabar.com — Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengungkap kondisi empat siswa SDN di Bekasi Barat yang harus dirawat inap setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, Jumat (3/10/2025).
Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Laily Rahmawati, menjelaskan bahwa keempat siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan MBG yang disajikan di kantin sekolah.
“Keempat anak saat ini dalam kondisi stabil dan sudah mendapatkan perawatan medis yang memadai. Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab kejadian,” ujar Dr. Laily.

Langkah Dinkes dan Sekolah
Pihak Dinas Kesehatan bersama tim sekolah melakukan langkah-langkah cepat:
- Evakuasi dan perawatan medis siswa di rumah sakit terdekat.
- Pengambilan sampel makanan MBG untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
- Pemeriksaan ulang protokol kesehatan dan kebersihan di dapur sekolah.
Sekolah juga mengimbau orang tua untuk tetap tenang dan memastikan anak-anak mendapat asupan gizi seimbang sementara penyelidikan berlangsung.
Dugaan Penyebab
Hingga kini, dugaan sementara kondisi siswa terkait dengan kontaminasi makanan atau ketidaksesuaian penyimpanan bahan makanan. Hasil laboratorium diharapkan keluar dalam beberapa hari ke depan untuk memastikan keamanan makanan MBG.
Respons Pemerintah Kota
Walikota Bekasi, melalui Dinas Pendidikan, menegaskan bahwa program MBG tetap berjalan, namun peninjauan kualitas makanan dan kebersihan dapur akan diperketat. Program ini dianggap penting untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah, sehingga tidak boleh dihentikan karena satu insiden.
“Keselamatan dan kesehatan siswa tetap menjadi prioritas utama. Kami akan pastikan semua makanan MBG memenuhi standar kesehatan sebelum disajikan,” tegas pejabat Dinas Pendidikan Bekasi.
