Indramayu, HarianJabar.com — Peringatan Hari Jadi ke-498 Kabupaten Indramayu, Selasa (7/10/2025), berubah tegang ketika sekelompok emak-emak menghadang mobil dinas yang ditumpangi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Aksi spontan ini terjadi usai Dedi menghadiri sidang paripurna di Gedung DPRD Indramayu.
Para emak-emak merupakan orang tua siswa PAUD Al Mursyid Ki Rancang, Kelurahan Margadadi. Mereka menuntut penyelesaian kasus dugaan penyelewengan uang tabungan sekolah oleh oknum guru. Dengan membentangkan kertas berisi tuntutan, mereka mendesak gubernur turun tangan menindaklanjuti kasus yang merugikan keluarga mereka.
Menurut para orang tua, uang tabungan anak-anak senilai Rp56 juta raib dibawa oknum guru tanpa kejelasan. Sebagian besar korban adalah istri nelayan yang menabung sedikit demi sedikit untuk masa depan pendidikan anak.
“Kami hanya ingin uang tabungan anak-anak kami dikembalikan. Ini hasil jerih payah kami sedikit demi sedikit menabung untuk mereka,” ujar Tini, salah satu orang tua siswa, dengan nada kecewa.

Mendengar keluhan itu, Gubernur Dedi Mulyadi segera menghentikan kendaraannya dan turun untuk berdialog. Ia menugaskan stafnya mencatat laporan tersebut dan menindaklanjuti melalui instansi terkait.
“Saya minta masalah ini segera diurus. Jangan sampai masyarakat kecil terus dirugikan,” tegas Dedi Mulyadi singkat.
Aksi tersebut menjadi perhatian warga sekitar dan peserta arak-arakan Hari Jadi Indramayu. Meski berlangsung di tengah keramaian, situasi tetap kondusif setelah gubernur memberikan respons cepat.
Hingga saat ini, pihak sekolah PAUD Al Mursyid Ki Rancang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggelapan dana tabungan.
Kejadian ini menjadi sorotan publik, menunjukkan keberanian warga menyuarakan keadilan langsung kepada pemimpin daerah. Selain itu, kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi pengelolaan dana pendidikan di tingkat sekolah, terutama untuk kepentingan anak-anak.
