Sumedang, HarianJabar.com — Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memastikan kematian Maulana Izzat Nurhadi (20), calon praja asal Maluku Utara, bukan disebabkan kekerasan. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan almarhum meninggal akibat henti jantung mendadak saat mengikuti apel malam di kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum IPDN, Arief M. Edie, menjelaskan Maulana sempat pingsan usai apel malam pada Rabu (8/10). Petugas langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Universitas Padjadjaran. Namun, nyawa Maulana tidak tertolong.
“Berdasarkan keterangan dokter, penyebab kematian adalah henti jantung. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh almarhum,” ujar Arief di Kampus IPDN, Kamis (10/10).
Belum Ada Interaksi dengan Senior
Arief menegaskan, Maulana merupakan peserta pendidikan dasar (diksar) yang baru menjalani masa awal kegiatan. Karena itu, ia belum memiliki interaksi dengan para senior. Hal ini sekaligus menepis dugaan adanya tindakan kekerasan yang kerap dikaitkan dengan masa orientasi praja baru.

“Calon praja belum bertemu senior. Jadi tidak mungkin ada kekerasan. Kegiatan selama diksar pun masih seputar baris-berbaris dan pembinaan fisik ringan,” tambahnya.
IPDN juga menegaskan komitmen terhadap kebijakan “zero kekerasan” di lingkungan pendidikan mereka. Sejak beberapa tahun terakhir, kampus tersebut menerapkan sistem pembinaan berjenjang dengan pengawasan ketat dari dosen dan pelatih resmi.
Keluarga Tolak Autopsi
Pihak IPDN mengaku telah menawarkan proses autopsi dan visum kepada keluarga untuk memastikan penyebab kematian. Namun, pihak keluarga memilih menolak dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
Jenazah Maulana telah dipulangkan ke kampung halamannya di Ternate, Maluku Utara, pada Kamis (9/10) malam untuk dimakamkan. Upacara penghormatan terakhir dilakukan secara kedinasan oleh pihak IPDN sebelum keberangkatan jenazah.
IPDN Tegaskan Komitmen Transparansi
Menanggapi publik yang mempertanyakan transparansi proses kematian calon praja, pihak kampus menyatakan terbuka terhadap pemeriksaan tambahan bila dibutuhkan. IPDN menegaskan bahwa setiap kejadian serupa akan dievaluasi secara menyeluruh demi menjamin keselamatan seluruh calon praja.
“Kami sangat berduka atas meninggalnya Maulana. IPDN berkomitmen menjaga integritas dan keselamatan seluruh peserta didik,” tutup Arief.
