Jakarta, HarianJabar.com – Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, menargetkan pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama rampung pada akhir 2025 atau awal 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF), Jumat (10/10/2025).
“Sekarang kita baru mulai 65 KNMP. Desember 2025 atau Januari 2026 mudah-mudahan selesai,” ujar Trenggono.
65 lokasi tahap pertama telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 55 Tahun 2025, dengan anggaran sebesar Rp1,34 triliun. Lokasi pembangunan tersebar di berbagai provinsi, termasuk Aceh, Banten, Bengkulu, DI Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.

Program KNMP merupakan langkah awal dari target pemerintah membangun 1.100 kampung nelayan hingga 2029, dengan 250 lokasi tambahan sudah dialokasikan anggarannya melalui DIPA APBN 2026.
Baca Juga:
jabar perkuat transportasi kertajati
Selain membangun pemukiman nelayan, KNMP dirancang mendukung sistem penangkapan ikan berbasis kuota, untuk memperkuat tata kelola perikanan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pemerintah juga akan menyediakan infrastruktur pendukung seperti dermaga, jalan, drainase, hingga penerangan listrik.
Fasilitas lain yang akan dibangun mencakup cold storage, pabrik es, bengkel nelayan, kios logistik, dan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN). Program ini diharapkan meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.
“Kami ingin kampung nelayan bukan hanya menjadi tempat tinggal, tapi juga pusat aktivitas ekonomi yang modern dan terkelola baik,” ujar Trenggono.
Dengan penyelesaian tahap pertama KNMP, pemerintah optimistis mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan, mendukung modernisasi pesisir, serta memperkuat pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.
