Bandung, HarianJabar.com – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa penanganan masalah lingkungan dan pengangguran harus dilakukan melalui tindakan nyata, bukan lewat seminar atau kegiatan seremonial.
Saat meninjau kegiatan normalisasi sungai dan padat karya di Kabupaten Subang, Dedi turun langsung bersama warga membersihkan aliran sungai yang tertimbun sampah dan lumpur. Ia menilai, program padat karya tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja sementara bagi masyarakat.

“Kita tidak perlu banyak seminar. Lebih baik turun ke lapangan, bersihkan sungai, tanam pohon, dan beri pekerjaan untuk warga,” ujar Dedi.
Menurut Dedi, kegiatan padat karya menjadi solusi ganda: mengurangi pengangguran sekaligus meningkatkan kesadaran warga menjaga sungai sebagai sumber kehidupan. Ia juga menolak penggunaan anggaran untuk acara formal yang minim dampak, dan memilih mengarahkannya pada kegiatan produktif yang langsung dirasakan masyarakat.
Program ini akan diperluas ke berbagai daerah di Jawa Barat seperti Purwakarta, Karawang, dan Cianjur. Dedi berharap langkah ini bisa memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk menciptakan Jawa Barat yang bersih dan mandiri.
