Pangandaran, detikJabar – Salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di wilayah Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, terpaksa berhenti beroperasi sementara waktu. Penyebabnya adalah belum turunnya anggaran dari pemerintah pusat, yang selama ini menjadi sumber utama pendanaan program tersebut.
Informasi ini pertama kali mencuat melalui pesan singkat yang beredar di grup percakapan WhatsApp. Dalam pesan tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cijulang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas penghentian sementara layanan dapur MBG.
“Mohon maaf, sementara waktu dapur MBG Cijulang tidak bisa memasak untuk kegiatan makan bergizi gratis karena anggaran dari pusat belum turun,” demikian kutipan isi pesan yang diterima detikJabar.
Dampak ke Sekolah dan Posyandu
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini seharusnya menyasar anak-anak sekolah dan kader Posyandu sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi masyarakat di tingkat akar rumput. Penghentian layanan ini tentu berdampak pada ketersediaan makanan sehat yang selama ini diberikan secara rutin.
Menurut sumber detikJabar di lapangan, kegiatan memasak biasanya dilakukan setiap hari kerja untuk memenuhi kebutuhan beberapa sekolah dasar serta Posyandu di wilayah Cijulang. Namun sejak beberapa hari terakhir, dapur tidak lagi beroperasi karena kehabisan bahan dan belum ada kepastian anggaran cair.

Kepastian Dana Masih Ditunggu
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun pusat terkait keterlambatan pencairan dana. Namun situasi ini menyoroti pentingnya ketepatan waktu penyaluran anggaran, terutama untuk program yang menyangkut kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
Warga berharap program ini dapat segera kembali berjalan normal.
“Program MBG sangat membantu. Anak-anak di sekolah bisa makan sehat tanpa membebani orang tua. Kami berharap ini segera kembali,” ujar Yayah (41), seorang ibu rumah tangga di Cijulang.
