Bandung, HarianJabar.com – Masih banyak warga di Ciwastra, Kota Bandung, yang melakukan buang air besar (BAB) sembarangan. Padahal, kebiasaan ini bisa berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Lalu, kenapa hal ini masih terjadi di era modern seperti sekarang? Apa saja yang sudah dan perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ini?
Kenapa BAB Sembarangan Masih Terjadi?
Survei Dinas Kesehatan Kota Bandung menemukan fakta mengejutkan: sekitar 30% rumah tangga di Ciwastra belum punya akses ke toilet yang layak. Alhasil, warga terpaksa BAB di sungai, selokan, atau lahan kosong.
Ibu Sari, salah satu warga, mengaku, “Kalau toiletnya bersih dan dekat, kami pasti pakai. Tapi sekarang banyak toilet umum yang kotor dan rusak, jadi kami memilih cara lain.”
Bahaya yang Mengintai
BAB sembarangan tidak sekadar masalah kebersihan, tapi ancaman serius buat kesehatan. Penyakit seperti diare, cacingan, hingga infeksi saluran pernapasan bisa menyebar dengan mudah. Air dan tanah pun tercemar, memicu masalah lingkungan berkepanjangan.
“Kita harus ubah mindset, mulai dari diri sendiri dan keluarga agar hidup lebih sehat,” kata Dr. Rina Astuti, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Langkah Konkret Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah Kota Bandung sudah bergerak cepat dengan membangun jamban sehat dan toilet umum serta melakukan edukasi perilaku hidup bersih. Namun, tantangannya bukan hanya fasilitas, tapi kebiasaan yang sudah lama melekat di masyarakat.
Relawan dan komunitas lokal pun aktif menggelar kampanye bersih lingkungan dan sosialisasi pentingnya sanitasi baik.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Perubahan besar membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah perlu terus perbaiki fasilitas dan edukasi, sementara warga diharapkan mulai mengubah kebiasaan demi masa depan yang lebih sehat
Masalah BAB sembarangan di Ciwastra adalah cermin nyata bahwa sanitasi bukan hanya soal fasilitas, tapi juga soal kesadaran dan budaya hidup sehat. Dengan langkah bersama, Ciwastra bisa jadi contoh kawasan bersih, sehat, dan nyaman.
