Bekasi, HarianJabar.com – Kemenangan Zohran Mamdani dalam pemilihan umum Wali Kota New York pada Selasa (4/11/2025) menjadi tonggak penting bagi Partai Demokrat di Amerika Serikat (AS). Presiden ke-46 AS, Joe Biden, secara pribadi menelepon Mamdani untuk menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan tersebut.
Mengutip laporan CNN, Kamis (6/11/2025), sumber di lingkaran Gedung Putih menyebutkan bahwa Biden menelepon Mamdani pada Rabu (5/11/2025), sehari setelah hasil pemilihan diumumkan. Tak hanya melalui sambungan telepon, Biden juga menyampaikan ucapan selamat secara terbuka di platform media sosial X (Twitter), menyoroti keberhasilan kandidat Demokrat di berbagai wilayah penting.
“Di Virginia, New Jersey, New York City, California, dan berbagai komunitas di seluruh negeri, para pemilih memilih harapan, keadilan, dan masa depan di mana setiap orang memiliki kesempatan yang sama,” tulis Biden dalam unggahannya.
“Demokrasi kita berhasil saat kita mewujudkannya, dan tadi malam rakyat Amerika sekali lagi membuktikan bahwa mereka mampu melaksanakan tugasnya,” tambahnya.
Kemenangan Mamdani atas dua pesaing utamanya — mantan Gubernur New York Andrew Cuomo (jalur independen) dan kandidat Republik Curtis Sliwa — dinilai mempertegas dominasi Partai Demokrat di kota metropolitan terbesar di AS tersebut.
“New York Akan Jadi Cahaya”
Dalam pidato kemenangannya di hadapan para pendukung, Mamdani menekankan bahwa kemenangan ini merupakan kemenangan bagi rakyat New York yang menginginkan arah baru pemerintahan kota.
“Di tengah momen kegelapan politik ini, New York akan jadi cahaya,” ujar Mamdani.
Pernyataan itu dianggap sebagai pesan simbolik yang menggambarkan tekadnya untuk menjadikan New York sebagai pusat kebijakan progresif di tengah situasi politik nasional yang sedang terpolarisasi.
Konteks pidato Mamdani juga tidak lepas dari kritik terhadap kebijakan pemerintahan sebelumnya di bawah Presiden Donald Trump, yang kerap menuai sorotan, mulai dari kebijakan imigrasi, penghentian operasional lembaga federal (government shutdown), hingga kebijakan perdagangan yang proteksionis.

Kritik dan Ancaman dari Kubu Trump
Meski mendapat dukungan besar dari Partai Demokrat dan kalangan progresif, Mamdani juga menjadi sasaran kritik dari Presiden Donald Trump. Dalam sejumlah kesempatan kampanye, Trump secara terbuka mengecam pandangan politik Mamdani, termasuk sikap kritisnya terhadap Israel.
Trump bahkan pernah menyatakan bahwa pemerintah federal “tidak akan mengucurkan dana” ke New York jika Mamdani memimpin. Meski demikian, sejumlah analis menilai bahwa pernyataan tersebut lebih bersifat politis ketimbang kebijakan resmi.
Kemenangan Mamdani menjadi menarik karena ia merupakan salah satu figur muda dalam tubuh Demokrat yang dikenal berhaluan sosialis progresif, sekaligus menjadi salah satu pemimpin Muslim yang berhasil menduduki jabatan strategis di pemerintahan kota terbesar di AS.
Dukungan Biden dan Arah Politik Baru
Dengan dukungan langsung dari Presiden Joe Biden dan jajaran Demokrat nasional, Mamdani kini memiliki modal politik kuat untuk memulai masa transisi pemerintahannya. Ia diharapkan dapat membuktikan bahwa New York bisa menjadi contoh kota inklusif dan berkeadilan sosial.
Kemenangan ini juga menandai pergeseran politik signifikan di Amerika Serikat — dari kebijakan konservatif menuju arah pemerintahan yang menekankan kesetaraan, keterbukaan, dan partisipasi publik.
“Kemenangan ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang kita semua — warga New York yang percaya bahwa kota ini bisa menjadi mercusuar bagi keadilan dan harapan,” tutup Mamdani dalam pidato penutupnya.
