Bekasi, HarianJabar.com – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Yohanes Saut Marcellyno, harus menghentikan langkahnya di babak 16 besar turnamen BWF World Tour Super 300 Korea Masters 2025. Ia kalah dari unggulan pertama asal Singapura, Jia Heng Jason The, dengan skor 19–21, 12–21 pada laga yang digelar di Iksan, Korea Selatan, Kamis (6/11/2025).
Yohanes sebenarnya tampil menjanjikan di gim pertama. Ia sempat memimpin perolehan angka, namun momentum tersebut hilang setelah pertandingan kerap terhenti karena penundaan dari pihak lawan. Situasi ini, menurut Yohanes, mengganggu fokusnya di tengah pertandingan.
“Gim pertama sudah unggul, namun lawan banyak menunda dan saya tidak siap dengan hal itu, jadi banyak hilang fokus. Saya sudah mencoba protes kepada wasit, tapi tidak ada tindakan tegas,” ujar Yohanes dalam keterangan resmi PP PBSI seusai pertandingan.
Kehilangan Momentum di Gim Pertama
Dalam pertandingan berdurasi sekitar 40 menit tersebut, Yohanes mengaku kecewa karena gagal memanfaatkan peluang untuk menutup gim pertama dengan kemenangan. Ia menilai jika bisa merebut gim pembuka, peluang memaksakan laga ke gim penentuan akan lebih terbuka.
“Sayang juga, harusnya bisa pegang gim pertama dan memaksa rubber di gim kedua,” ujarnya.
Memasuki gim kedua, Jia Heng tampil lebih agresif dan konsisten. Serangan-serangan tajam pemain asal Singapura itu sulit diantisipasi oleh Yohanes, yang akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dua gim langsung.

Evaluasi dan Target Ke Depan
Yohanes menilai kekalahannya kali ini menjadi bahan evaluasi penting, terutama dalam hal menjaga fokus dan penyelesaian akhir pukulan. Ia mengakui masih perlu memperbaiki aspek teknis dan mental di lapangan agar bisa tampil lebih stabil pada turnamen berikutnya.
“Lawan punya serangan yang bagus, strateginya juga efektif untuk mencuri poin. Saya harus lebih antisipasi hal-hal seperti itu ke depannya,” kata Yohanes.
“Ke depan saya juga harus perbaiki finishing, tadi ada beberapa bola yang seharusnya bisa dimatikan tapi tidak berhasil,” tambahnya.
Dengan hasil ini, langkah Yohanes di Korea Masters 2025 harus terhenti di babak 16 besar. Sementara itu, sektor tunggal putra Indonesia masih menaruh harapan pada beberapa wakil lain yang masih bertanding di babak perempat final.
